27.8 C
Mojokerto
Saturday, December 3, 2022

Temuan Situs Raja Majapahit di Mojokerto Meluas, Terpendam di Lapangan Bola

Berupa Struktur Bata Gapura, Candi, hingga Bekas Bangunan Kuno

SOOKO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sebaran benda cagar budaya di kawasan Situs Klinterejo ataupun Bhre Kahuripan terbilang merata. Tak terkecuali di bawah permukaan lapangan sepak bola yang ada di antara kedua situs tersebut. Hampir seluruh bagian lapangan digali, tim ekskavasi berhasil menampakkan struktur yang dinilai lebih kompleks ketimbang titik lain di kawasan situs.

Struktur pondasi dengan panjang sekitar 30 meter di timur lapangan, jadi pintu masuk Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI menggali hampir seluruh bagian lapangan. Struktur yang diduga bagian dari dinding gapura candi itu melintang dari selatan ke utara. ’’Struktur di timur lapangan ini kami melanjutkan hasil ekskavasi sebelumnya untuk menelusuri bagian gapura candi utama,’’ ungkap Ketua Tim Ekskavasi sekaligus Arkeolog Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jatim M Ichwan.

Baca Juga :  Pungutan Pajak Daerah di Era Kolonial, Terapkan Sistem Penarikan Berjenjang

Belum menemukan sudut di bagian paling ujung utara kawasan situs peninggalan Hayam Wuruk itu, tim ekskavasi justru mendapati sudut dalam yang mengarah ke barat. Praktis, penggalian mengarah pada bagian tengah lapangan. Struktur intake yang disinyalir sebagai pondasi dinding sepanjang sekitar 30 meter dan lebar 1 meter ditemukan. Penelusuran sebaran struktur pada candi berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi berlanjut ke sisi barat lapangan.

Hasilnya, tim ekskavasi mendapati tatanan bata kuno yang lebih luas.Saat tim ekskavasi melakukan tes PIT (pile integrity testing) di barat laut lapangan, ditemukan struktur bata kuno berdimensi 1,5 x 1,5 meter yang telah rusak. Hingga, ditemukan struktur dengan dimensi sekitar 4 x 4 meter di sisi selatan lapangan. Disinyalir, struktur yang selama ini terpendam di bawah lapangan, lebih kompleks ketimbang titik lainnya di kawasan bangunan suci tersebut.

Baca Juga :  Pelaksanaan Salat Idul Adha di dalam Masjid Dibatasi 50 Persen

’’Kemungkinan (lebih kompleks) seperti itu. Ini masih kami telusuri bagaimana denahnya yang sebenarnya,’’ bebernya. Tidak menutup kemungkinan, bagian bangunan kuno itu menyambung satu kesatuan dengan struktur dinding selatan kawasan hasil ekskavasi sebelumnya. ’’Nanti akan lebih jelas ketika kita sudah bisa tunjukkan datanya dengan gambar denah,’’ tandas Ichwan. (vad/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/