alexametrics
32.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Tim Ekskavasi Temukan Tengkorak

Di Sisi Barat Situs Watesumpak, Sooko

TROWULAN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim ekskavasi Situs Watesumpak menemukan tengkorak di sisi barat struktur kuno berusia ratusan tahun tersebut. Belum diketahui pasti apakah itu tengkorak manusia atau hewan. Hanya saja, oleh Arkeolog BPCB Jatim temuan tersebut sementara ini dipendam kembali di bawah tanah.

Ketua Tim Ekskavasi Situs Watesumpak sekaligus Arkeolog BPCB Jatim Vidi Susanto mengatakan, tengkorak tersebut didapati pada hari keempat ekskavasi. Tepatnya, di sisi barat situs di antara struktur dinding bata kuno yang ditampakkan tim penggali. ”Kami belum berani menerka tulang apa, karena beberapa bagian masih tertutup tanah, sepertinya mengarah ke tempurung (kepala). Namun ini perlu dilihat secara menyeluruh terlebih dahulu,” ungkapnya kemarin, di lokasi.

Pihaknya belum pun bisa memastikan apakah tengkorak tersebut ditemukan dalam kondisi utuh ataupun hanya serpihan. Sebab, tim ekskavasi mengalami sejumlah kendala saat menggali di titik temuan tak biasa tersebut. Usai mendapati indikasi adanya tengkorak, tim ekskavasi menutup kembali galian guna mempertahankan kondisi temuan. ”Karena yang kami gali belum semuanya. Volume kerja bidang gali itu kan harus hati-hati. Artinya struktur yang di bawah dan timbunan tanah di atasnya sekitar 1,5 meter itu cukup menyulitkan kami,” bebernya.

Baca Juga :  Saat Kota Mojokerto Jadi Jujukan Pengungsi Disebabkan Invasi

Meski, di atas gundukan tanah yang kini tengah digali tersebut terdapat makam, pihaknya enggan bisa berspekulasi terlalu jauh. Terlebih, ekskavasi tahap pertama ini difokuskan pada struktur bangunan. ”Ini ada di bagian bawah makam karena kami fokus ke strukturnya. Makam itu kan ada di bagian atas, kami tidak fokus pada makam,” terang Vidi.

Terkait penanganan lanjutan temuan tengkorak tersebut, lanjut Vidi, pihaknya juga belum bisa berbuat banyak. Lantaran tim ekskavasi fokus merampungkan penggalian dan pengungkapan struktur bangunan cagar budaya berusia ratusan tahun itu. ”Kalau kami sudah bisa pastikan, dan cenderung tulang manusia, nantinya kami akan koordinasikan dengan pihak desa dahulu bagaimana penanganannya,” sebutnya.

Baca Juga :  Riwayat Gedung Denkesyah Mojokerto, Direbut Jepang dan Jadi Markas Pejuang

Menurutnya, temuan tulang di kawasan situs kerap didapati sebelumnya. Seperti di Situs Kumitir dan Sumur Upas. Namun, kata Vidi, tidak jarang tulang atau tengkorak tersebut merupakan tulang hewan. ”Sebelumnya banyak temuan tulang di sejumlah situs, tidak jarang juga itu tulang binatang. Jadi mesti dipastikan dulu. Yang sudah jelas temuan tulang manusia itu seperti di Kumitir dan Sumur Upas. Itu jelas bentuknya tulang manusia meskipun kami belum tahu dari abad apa,” tandasnya. (vad/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/