alexametrics
31.8 C
Mojokerto
Friday, October 7, 2022

Empat Objek Diusulkan sebagai Cagar Budaya

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot Mojokerto bakal kembali menambah daftar bangunan cagar budaya peringkat kota. Kali ini, empat titik bersejarah tengah dilakukan pengkajian untuk diusulkan ke Pemprov Jatim.

Kabid Kebudayaan Dikbud Kota Mojokerto Mudjoko memaparkan, saat ini Tim Ahli Cagar Budaya Provinsi Jatim bersama Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto sedang melakukan kajian di empat lokasi. Menurutnya, masing-masing merupakan objek diduga cagar budaya (ODCB). ”Karena masih diduga cagar budaya, sehingga prosesnya harus dikaji lebih dulu,” ujarnya.

Kajian tersebut, terang Mudjoko, meliputi proses inventarisasi dan identifikasi ODCB. Termasuk menghitung luas objek, perkiraan tahun pembangunan, mencatat berbagai ornamen hingga menggali informasi dari narasumber. ”Jadi, titik-titik lokasi diduga cagar budaya nanti semua dinarasikan,” papar dia.

Titik tersebut meliputi gapura kompleks pemakaman etnis Tionghoa di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Selain itu, objek serupa juga terdapat dua titik di Lingkungan Sekarputih, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Ketiga bangunan gerbang tersebut, diperkirakan dibangun sejak era pemerintahan kolonial untuk pemakaman warga nonpribumi. ”Perkiraan itu bangunan sejak tahun berapa nanti akan dikaji oleh tim ahli,” ujarnya.

Baca Juga :  Kota Mojokerto Masuk 10 Terbaik Nasional

Sedangkan satu titik lainnya merupakan sebuah bangunan yang berada di Jalan Kartini, Kota Mojokerto. Rumah pribadi milik warga itu juga diperkirakan didirikan sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda.

Mudjoko menambahkan, untuk bisa ditetapkan sebagai cagar budaya, terdapat sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Mengacu Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, setidaknya objek harus memiliki usia lebih dari 50 tahun. ”Kalau memenuhi kriteria, empat titik ini kami diajukan ke provinsi untuk bisa ditetapkan sebagai cagar budaya,” bebernya.

Penetapan cagar budaya tersebut direalisasikan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Mojokerto. Diharapkan, empat ODCB ini bisa menambah daftar 13 bangunan dan kawasan yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat kota dalam kurun tiga tahun terakhir. ”Penetapannya melalui keputusan wali kota,” tandasnya.

Baca Juga :  Perda Penyelenggaraan Bencana Segera Diundangkan

Status cagar budaya masing-masing ditetapkan pada gedung SMPN 7 Kota Mojokerto, SD Katolik Wijana Sejati, bangunan kolonial yang berada di Jalan Kartini dan Museum Gubug Wayang, Gedung Rumah Sakit Bantuan (Rimkitban) Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah), serta kompleks Makam Pekuncen di Kelurahan Surodinawan.

Selain itu, cagar budaya juga telah ditetapkan pada gedung SMPN 1, SMPN 2, SDN Purwotengah, Denkesyah Mojokerto, Kelenteng Hok Sian Kiong, Gereja Katolik Poroki Santo Yosef, Gereja Babtis Indonesia Pertama (GBIP), serta Kantor Detasemen Korem 082/CPYJ. (ram/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/