25.8 C
Mojokerto
Thursday, February 2, 2023

Perajin Bata Temukan Beras Kuno Di Sisi Timur Kompleks Situs Kumitir

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Warga menemukan sejumlah beras di komplek Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Terpendam di kedalaman sekitar 1,5 meter, beras tersebut disinyalir sebagai beras kuno peninggalan era Majapahit.

Juru Pelihara (jupel) Situs Kumitir Abdul Kholiq mengatakan, temuan obyek diduga cagar budaya (ODCB) itu dilaporkan warga Rabu (3/8) lalu. Kali pertama, beras berwarna hitam itu ditemukan, Kojin, salah seorang perajin batu bata di sisi timur komplek situs. ’’Setelah kami mintai keterangan, pertama kali ditemukan itu 10 Juli lalu. Tapi mungkin karena sibuk, baru dilaporkan Rabu (3/8),’’ sebutnya.

Kholiq menerangkan, titik penemuan beras layaknya arang itu berada sekitar 50 meter di sisi timur talud situs kumitir. Hanya berjarak beberapa meter di timur kawasan linggan di sekitar situs. Terpendam di kedalaman 1,5 meter, beras tersebut ditemukan tanpa wadah. ’’Kabarnya namanya beras Sukonande. Ditemukan pas gali tanah buat bahan batu bata. Mungkin ini banyaknya sekitar lima kilo,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pungutan Pajak Daerah di Era Kolonial Alami Kebocoran karena Penyelewengan

Oleh Kojin, temuan yang ditengarai beras kuno itu lantas dikumpulkan dalam satu tempat. Sebagian beras tersebut dalam kondisi menggumpal. Tak hanya beras, di antaranya juga berupa gabah. Mendapati laporan tersebut Kholiq lantas meneruskan ke BPCB Jawa Timur untuk ditindak lanjuti. ’’Tadi (kemarin) sampelnya sudah diambil sama BPCB. Kurang lebih satu keresek,’’ terangnya.

Konon, beras Sukonande dipercaya sebagai makanan petinggi Kerajaan Majapahit itu bukan kali pertama ditemukan di kompleks Situs Kumitir. Temuan ini merupakan kali kedua setelah sejumlah beras yang sama ditemukan November 2019. Kedua titik penemuannya pun hanya berjarak sekitar 25 meter. Di antara linggan dan kebun ketela.

’’Kabarnya beras ini makanan para raja waktu itu. warnanya relatif hitam begini. 2019 lalu juga ditemukan seperti ini. Tapi sedikit. Waktu itu, ada orang kementerian yang datang ke sini ambil sampel satu sendok saja,’’ tandasnya. Kini, sampel temuan beras tersebut tengah diamati oleh tim arkeolog BPCB Jatim. Tak lain guna memastikan beras tersebut sebagai benda bernilai sejarah. (vad/fen)

Baca Juga :  Gerebek Arena Sabung di Ngoro Mojokerto, Polisi Sita Tujuh Ekor Ayam

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/