Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Akal dan Nafsu

Fendy Hermansyah • Rabu, 13 Maret 2024 | 11:00 WIB

Akhmad Jazuli Pengasuh Ponpes Al Amin & Al Khodijah Mojokerto/Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jawa Timur
Akhmad Jazuli Pengasuh Ponpes Al Amin & Al Khodijah Mojokerto/Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jawa Timur
Oleh: Akhmad Jazuli, Pengasuh Ponpes Al Amin & Al Khodijah Mojokerto/Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jawa Timur

ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala (SWT) menciptakan manusia sangat sempurna dengan bentuk tubuh yang paling bagus, namun jika nafsu yang mengendalikannya, maka dia akan lebih hina dari binatang.

Jika akal selalu berzikir dan merenung keagungan Allah yang mengendalikannya, maka dia lebih mulia dari para malaikat.  

Dalam kitab Durratun Nasihin dijelaskan bahwa saat Allah menciptakan makhluk akal dan nasfu, Allah memanggil akal. Ya Aqlu ke sinilah, maka akal datang. Kemudian Allah perintah kembalilah kau, akal pun kembali. Kemudian Allah tanya, hai akal siapa engkau dan siapa Aku.

Akal menjawab Engkau adalah Tuhanku, sedang aku adalah hambaMu yang lemah. Allah memuji bahwa akal adalah makhluk yang mulia. 

Kemudian Allah memanggil nafsu. Ya nasfu ke sinilah, nafsu dengan angkuhnya tidak mau datang. Kemudian Allah tanya wahai nafsu siapa engkau dan siapa Aku, nafsu menjawab Engkau-Engkau dan aku-aku. 

Karena sombongnya nafsu, Allah memerintahkan malaikat agar nafsu dimasukkan ke neraka jahanam 100 tahun lamanya.

Setelah dikeluarkan dari neraka, nafsu dipanggil Allah dan ditanya tentang hal yang sama, namun nafsu tetap menjawab Engkau-Engkau sedang aku-aku. 

Demikian sombongnya nafsu walau sudah dimasukkan nereka jahanam 100 tahun tetap tidak mengakui Tuhan Allah.

Akhirnya Allah memerintahkan malaikat memasukkan nafsu ke narul ju' (neraka lapar) 100 tahun, barulah ia mengakui bahwa Allah Tuhannya dan dia adalah hamba yang dloif atau lemah. 

Dengan kisah ini, sangat tepat Allah memerintahkan hamba-hambanyaNya setiap tahun berpuasa Ramadan, agar hidup kita tidak dikuasai nafsu.

Firman Allah dalam surat Yusuf ayat 53 : Innan nafsa laammarotum bissu' illa ma rohima robby, artinya sesuangguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatanan kecuali nafsu yg dirahmati oleh Tuhanku. 

Mari kita laksanakan ibadah Ramadan dengan niat iman kepada Allah dan mengharap pahala dariNya.

Dengan demikian akan naiklah derajat kita di sisi Allah dan menjauhkan hati kita dari hubbud dunya, terhindar dari sifat takabur, tamak, ingin dipuji dan merasa dirinya paling baik suka merendahkan orang lain. (*)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#ramapedia #kalam #sambel wader #ramadan #mojokerto