Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mana yang Lebih Tepat? Tukang Gigi, Dokter Gigi Umum atau Spesialis

Fendy Hermansyah • Kamis, 1 Juni 2023 | 12:31 WIB
Jama’adi, S.Mn, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto.
Jama’adi, S.Mn, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto.
Oleh: Tiara Marshanda Putri S*

ZAMAN sekarang ini, ada banyak profesi menggunakan kata ’’gigi.” Padahal, tidak semua tempat yang berlabel ’’gigi’’ dapat membantu keluhan pasien pada giginya. Ilustrasi yang paling sering di temui di jalanan, yaitu tukang gigi dan dokter gigi. Masyarakat terutama lansia sering salah paham membedakan tukang gigi dan dokter gigi. Walaupun terlihat sama, namun keduanya jelas berbeda. Lantas apa yang membedakan?

Pada dasarnya, profesi tukang gigi dan dokter gigi memiliki perbedaan yang cukup pesat. Tukang gigi atau ahli gigi adalah mereka yang melakukan pekerjaan di bidang kesehatan gigi yang tidak mempunyai ijazah resmi dari Departemen Kesehatan atau dari lembaga pendidikan yang diakui oleh Departemen Kesehatan. Selain itu, mereka juga tidak mempunyai pendidikan yang didasarkan atas ilmu kedokteran gigi untuk melakukan pekerjaan tersebut.

Adapun definisi lain dari tukang gigi yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 39 Tahun 2014 Pasal 1 angka 1 menyebutkan bahwa ’’Tukang gigi adalah setiap orang yang mempunyai kemampuan membuat dan memasang gigi tiruan lepasan.” Sementara itu, dokter gigi merupakan lulusan dari pendidikan kedokteran gigi yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dokter gigi memiliki ranah kerja lebih luas. Pastinya juga lebih resmi karena peran dan wewenang kerjanya tercakup dalam peraturan undang-undang.

Dokter gigi umum berbeda dengan dokter gigi spesialis. Tetapi, keduanya mempunyai basic ilmu kedokteran gigi yang sama. Dokter gigi umum maupun spesialis sama-sama diperbolehkan mengobati pasien yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Jika kasus yang dialami pasien lebih kompleks dan tidak dapat diselesaikan oleh dokter gigi umum, maka akan dirujuk ke dokter gigi spesialis yang lebih tepat.

Akhir-akhir ini, trend yang sedang marak yaitu pemasangan ortodonti atau behel. Pemasangan behel lebih baik ditangani oleh dokter gigi yang tepat yaitu dokter gigi spesialis orthodontist. Tetapi, saat ini masih banyak masyarakat yang lebih menyukai memasang behel kepada tukang gigi dengan alasan tarif yang dikenakan terhadap jasa pemasangan behel jauh lebih murah dan prosesnya lebih mudah dibandingkan kepada dokter gigi umum bahkan spesialis yang di mana hal ini sebenarnya menyesatkan diri mereka sendiri. Apabila melakukan pemasangan behel ke tukang gigi atau tempat yang tidak seharusnya, kemungkinan terjadinya permasalahan baru pada gigi dan gusi pasien sangatlah besar, sehingga untuk memperbaikinya membutuhkan dana yang lebih besar daripada saat awal pemasangan behel.

Seluruh dokter gigi dapat melakukan perawatan yang mencakup semua bagian yang berkaitan dengan kesehatan gigi dan mulut. Begitu pula perawatan ortodonti atau behel dapat dilakukan oleh dokter gigi umum tetapi yang memiliki sertifikat khusus dan telah mengikuti serangkaian pelatihan mengenai perawatan ortodonti. Selain itu, dalam melakukan perawatan ortodonti harus sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Tetapi, sebenarnya lebih baik dilakukan kepada dokter gigi spesialis ortodonti karena apabila kasus yang dialami pasien tidak dapat diselesaikan, maka ujung-ujungnya dokter tersebut akan merujuk pasien ke dokter spesialis ortodonti yang lain.

Proses pemasangan kawat behel bisa dikatakan sangat kompleks. Treatment pada setiap pasien pun berbeda-beda. Dokter gigi spesialis ortodonti pasti lebih banyak tahu apa yang akan mereka lakukan. Kita sebagai masyarakat pada zaman sekarang seharusnya sudah mengerti perbedaan dari tukang gigi, dokter gigi umum bahkan spesialis, melihat media informasi yang sangat banyak dan mudah diakses seperti internet, radio, majalah, koran, dan lain-lain. Merawat gigi memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti kata pepatah ’’sehat itu mahal harganya.” Kita harus bijak saat memilih tempat praktik dokter yang aman dan bisa menjelaskan rancangan progres perawatan kita untuk ke depannya. (*)

*Mahasiswa Universitas Airlangga
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #dokter gigi #Pemkot Mojokerto #Mojopahit #Pemkab Mojokerto #dokter spesialis #trawas #pacet #tukang gigi #kerajaan majapahit #dokter gigi umum #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde