Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hubungan antara Model Konsep Kurikulum dengan Model Pengembangan Kurikulum

Fendy Hermansyah • Rabu, 7 Desember 2022 | 11:44 WIB
Jama’adi, S.Mn, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto.
Jama’adi, S.Mn, Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Mojokerto.
Yang Digunakan Sebagai Dasar Filosofi dan Rasional Merdeka Belajar di SMK

Oleh:
Ririn Diyannita Sasanti*


DASAR filosofi merdeka belajar menurut Nadiem dalam kompasiana Merdeka Belajar merupakan filosofi yang mendasari proses sekaligus tujuan jangka panjang pendidikan Indonesia. Ki Hadjar Dewantara (KHD), Bapak Pendidikan Indonesia, menyatakan bahwa kemerdekaan adalah tujuan pendidikan sekaligus paradigma pendidikan yang perlu dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. Beliau menekankan berulang kali tentang kemerdekaan belajar.

‘’…kemerdekaan hendaknya dikenakan terhadap caranya anak-anak berpikir, yaitu jangan selalu “dipelopori”, atau disuruh mengakui buah pikiran orang lain, akan tetap biasakanlah anak-anak mencari sendiri segala pengetahuan dengan menggunakan pikirannya sendiri…” Ki Hadjar Dewantara (buku Peringatan Taman-Siswa 30 Tahun, 1922-1952).

Menurut Ki Hadjar Dewantara menambahkan, jika kemerdekaan bukan sekadar kebebasan hidup. Namun, yang paling utama dari kemerdekaan adalah kemampuan untuk ’’hidup dengan kekuatan sendiri, menuju ke arah tertib-damai serta selamat dan bahagia, berdasarkan kesusilaan hidup manusia”.

Maksudnya, makna merdeka dalam merdeka belajar adalah kemampuan dan keberdayaan individu untuk mencapai kebahagiaan. Jadi, individu yang memiliki kemampuan mengambil keputusan yang bijaksana akan mampu membuat keputusan serta tindakan yang membawa kebahagiaan dan keselamatan bagi dirinya, masa depannya, dan orang-orang lain di sekitarnya.

Berdasarkan dari uraian diatas, hal terpenting dari kurikulum merdeka belajar di SMK adalah bagaimana konsep dan pengembangan kurikulum yang melandasi apakah sesuai dengan karakter siswa dan kebutuhan belajar siswa SMK. Konsep Kurikulum yang mendasari kurikulum merdeka mengajar di tingkat SMK diharapkan dapat menghasilkan peserta didik yang tangguh agar dapat menghadapi tantangan dunia kerja. Model konsep yang sesuai dengan tersebut adalah model konsep rekonstruksi sosial.

Menurut pandangan ahli-ahli rekonstruksi sosial bahwa pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama, interaksi, kerja sama. Dalam kerja sama atau dalam interaksi bukan hanya terjadi antara siswa dengan guru, tetapi juga antara siswa dengan siswa, siswa dengan orang-orang di lingkungannya, dan dengan sumber belajar lainnya.

Melalui interaksi dan kerja sama ini siswa berusaha memecahkan problem-problem yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat yang lebih baik. Dengan model konsep rekonstruksi sosial yang melandasi diharapkan pembelajaran yang dilakukan di SMK berorientasi ke masa depan dengan mempertimbangkan bahwa siswa adalah makhluk sosial, perlu adanya Kerjasama dan gotong rotong memecahkan masalah untuk mencapai dalam kurikulum merdeka.

Selain konsep, hal yang diperhatikan adalah model pengembangan kurikulum yang dipilih, model pengembangan kurikulum adalah Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan kurikulum untuk mencapai tujuan belajar tertentu. Model Pengembangan Kurikulum Berfungsi sebagai pedoman bagi perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi proses dan prosedur pengembangan kurikulum.

Dalam kurikulum merdeka di SMK model pengembangan kurikulum yang sesuai adalah oliva karena model kurikulum Oliva memiliki beberapa keistimewaan karena model kurikulum Oliva sangat kompleks, terintegrasi dan ekliktik. Selain itu, ke 12 komponennya menggambarkan langkah demi langkah pengembangan kurikulum yang komprehensif.

Menurut Oliva, model yang dikembangkan dapat digunakan dalam beberapa dimensi. Pertama, untuk penyempurnaan kurikulum sekolah, dalam bidang bidang khusus, misalkan penyempurnaan kurikulum bidang studi tertentu. Kedua, model ini dapat digunakan untuk membuat keputusan dalam merancang suatu kurikulum.

Ketiga model ini dapat digunakan dalam mengembangkan program pembelajaran secara khusus. Selain itu, Oliva bersifat humanistik, sehingga dengan karakter yang humanistik ini kemudian dapat memunculkan filosofi Pendidikan dan keyakinan keyakinan tentang belajar. Karena Model Pengembangan Oliva tidak memandang materi dan bersifat humanistik, model ini dapat dikembangkan dalam kegiatan pembelajaran yang ada di SMK. Konsep model pengembangan kurikulum Oliva inilah yang dapat mewadahi kebutuhan belajar yang ada di dengan berbagai jurusan yang ada di SMK.

Terlepas dari Kurikulum Merdeka Belajar di SMK yang sekarang giat giatnya diterapkan model konsep dan model pengembangan kurikulum memegang peran utama yang menentukan keberhasilan implementasi dari suatu kurikulum. Dan sebaik baik nya kurikulum tidak akan berhasil diterapkan jika tanpa dukungan dari semua pihak. Oleh karena itu, dukungan dari semua unsur guna terlaksananya implementasi Kurikulum Merdeka khususnya di SMK akan sangat menentukan keberhasilannya. (*)

*Mahasiswa S3 Teknologi Pendidikan
Universitas Negeri Surabaya dan guru SMKN 1 Jetis Kabupaten Mojokerto

Editor : Fendy Hermansyah
#konsep kurikulum #kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #kerajaan majapahit #merdeka belajar #smk #Kota Mojokerto #mojokerto #unesa #soekarno #trowulan #onde-onde #pengembangan kurikulum