Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
H. Mokhammad Soleh

Atensi Ketersediaan Pupuk bagi Petani

29 November 2021, 00: 46: 09 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Atensi Ketersediaan Pupuk bagi Petani

H. Mokhammad Soleh (dok soleh for jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

ATENSI terhadap bidang pertanian turut dilakukan Mokhammad Soleh. Legislator asal Kecamatan Jatirejo ini meminta pemerintah mengatensi betul ketersediaan pupuk bagi petani. Menyusul, pasokan pupuk bersubsidi kerapkali lebih rendah dibanding kebutuhan yang perlukan petani.

Hal demikian terus didengung-dengungkan Abah Soleh-sapaan akrab H. Mokhammad Soleh ini. Pria yang bermukim di Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto tak bisa lepas dari dunia pertanian. Utamanya, bidang perkebunan tebu. Maklum, sejak muda, politisi asal Partai Demokrat ini sudah berkecimpung di dunia pertebuan Mojokerto. ’’Pupuk bagi petani baik tebu maupun padi itu penting dijaga ketersediaannya,’’ ujar dia ditemui di kantornya, beberapa waktu lalu.

Bendahara DPC Partai Demokrat Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani sangatlah penting. Terlebih ketika masa tanam sekarang ini. Baik petani tebu maupun petani padi membutuhkan ketersediaan pupuk yang memadai. Mengingat, produksi pertaniannya amat dipengaruhi pasokan pupuk.

Baca juga: Putri Remaja Indonesia Berbakat 2021

’’Di lapangan setiap tahun masih saja persoalan ketersediaan pupuk bermunculan. Ini berarti atensi terhadap ketersediaan pupuk harus ditingkatkan lagi. Baik dari segi jumlah pasokan hingga menjamin pasokan sampai ke petani,’’ jelas pria kelahiran tahun 1969 ini.

Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto ini, instansi terkait seharusnya menjadikan ketersediaan pupuk pertanian ini sebagai prioritas utama kebijakan bidang pertanian. Mengingat, Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah lumbung pertanian di Jawa Timur. Alhasil, apabila pasokan pupuk rendah, maka jumlah produksi pertanian baik padi maupun tebu bakal turut menurun.

’’Kabupaten Mojokerto ini salah satu lumbung pertanian Jawa Timur. Sudah seharusnya atensi bidang pertanian itu lebih besar pula. Terlebih, masyarakat kita lebih banyak di pedesaan yang mengandalkan pertanian sebagai sumber penghidupannya,’’ beber Abah Soleh.

Pria yang akrab pula disapa Pak Waka ini menambahkan, dirinya terus melakukan kunjungan ke lapangan. Itu sekaligus memantau kondisi petani, ketersediaan pupuk, hingga menampung aspirasi petani. Tidak hanya berlaku di daerah pemilihannya. Daerah pertanian di luar daerah pemilihan (dapil)-nya pun kerap disambangi. Itu tak lepas dari tingginya perhatiannya terhadap dunia pertanian. ’’Nasib petani perlu diperhatikan sekaligus diperjuangkan. Karena mereka penyokong roda ekonomi Kabupaten Mojokerto pula,’’ tambah pria yang pernah menjabat kepala Desa Baureno ini. (fen)

(mj/BAS/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia