alexametrics
30.8 C
Mojokerto
Monday, August 15, 2022

Reny Novita Sari, S.Pd, Usung Konsep Pembelajaran 4C

PENTINGNYA upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar sangat berperan besar. Sebab, dari lingkungan yang nyaman, proses penggalian serta pengembangan kemampuan siswa bisa berkembang pesat. Sekaligus, pembelajaran bermakna yang lebih berpusat pada siswa bisa diterpakan dengan mudah.

Hal ini sejalan dengan salah satu misi dari SDN Magersari 2 Kota Mojokerto dalam menerapkan pembelajaran 4C. Kepala SDN Magersari 2 Reny Novita Sari, S.Pd menjelaskan, program 4C dimulai dari aspek Communication. Program ini memfokuskan pada kegiatan mentransfer informasi secara lisan maupun tulisan.

Lalu, aspek Collaboration. ’’Dalam aspek ini, guru dan siswa mampu bekerja sama dengan baik, saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab,’’ ujarnya.

Kemudian, aspek Critical Thinking and Problem Solving yang dimaknai dengan kemampuan menalar, memahami, dan membuat pilihan yang rumit, memahami dan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Intan Juliana, Torehkan Beragam Prestasi

Terakhir, aspek Creativity and Innovation yang merupakan kemampuan untuk mengembangkan dan menyampaikan gagasan baru kepada publik. ’’Pada aspek kreativitas, hal ini diterapkan melalui pembelajaran di luar kelas sebagai cara mengajar dengan jalan membimbing siswa di lapangan. Atau pembelajaran yang menggunakan sumber belajar berupa alam atau lingkungan sekitar,’’ jelas Reny.

Harapannya, program ini bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri. Kemudian, mentransfer pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki, diterjemahkan dan dikembangkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

Adapun, lanjut Reny, ada banyak ragam kegiatan pembelajaran luar kelas di SDN Magersari 2. Seperti tour di MPP (Mall pelayanan publik) dan Telecenter Palapa bagi kelas I dan II. Lalu, bazaar dan pameran bagi siswa kelas V, kemudian studi wisata ke Bumi Mulyo Jati Majapahit bagi siswa kelas IV, serta outing class ke TPA Randegan untuk siswa kelas III.

Baca Juga :  Menko Perekonomian Airlangga Dorong Pemanfaatan Kemudahan Pendirian Koperasi

’’Karena pembelajaran outdoor menjadi proses guru mengasah aktivitas siswa. Baik dari segi fisik dan sosial serta kemampuan berkreasi mereka,’’ papar dia.

Reny mengaku antusias dan semangat saat belajar di luar kelas siswa sangat dinanti. Sebab, selama dua tahun pandemi, pembelajaran di luar kelas ditiadakan. Sehingga, saat kembali digelar, para siswa tampak menanti momen ini.

’’Ini bisa menumbuhkan semangat baru bagi siswa untuk belajar. Sekaligus menjadi obat penawar setelah PJJ saat pandemi lalu,’’ tutupnya. (oce/ron)

PENTINGNYA upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar sangat berperan besar. Sebab, dari lingkungan yang nyaman, proses penggalian serta pengembangan kemampuan siswa bisa berkembang pesat. Sekaligus, pembelajaran bermakna yang lebih berpusat pada siswa bisa diterpakan dengan mudah.

Hal ini sejalan dengan salah satu misi dari SDN Magersari 2 Kota Mojokerto dalam menerapkan pembelajaran 4C. Kepala SDN Magersari 2 Reny Novita Sari, S.Pd menjelaskan, program 4C dimulai dari aspek Communication. Program ini memfokuskan pada kegiatan mentransfer informasi secara lisan maupun tulisan.

Lalu, aspek Collaboration. ’’Dalam aspek ini, guru dan siswa mampu bekerja sama dengan baik, saling bersinergi, beradaptasi dalam berbagai peran dan tanggungjawab,’’ ujarnya.

Kemudian, aspek Critical Thinking and Problem Solving yang dimaknai dengan kemampuan menalar, memahami, dan membuat pilihan yang rumit, memahami dan menyelesaikan masalah.

Baca Juga :  Cek Dugaan Mark Up Dana BTT Covid-19, Kejari Periksa Perajin Masker

Terakhir, aspek Creativity and Innovation yang merupakan kemampuan untuk mengembangkan dan menyampaikan gagasan baru kepada publik. ’’Pada aspek kreativitas, hal ini diterapkan melalui pembelajaran di luar kelas sebagai cara mengajar dengan jalan membimbing siswa di lapangan. Atau pembelajaran yang menggunakan sumber belajar berupa alam atau lingkungan sekitar,’’ jelas Reny.

Harapannya, program ini bisa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami sendiri. Kemudian, mentransfer pengetahuan berdasarkan pengalaman yang dimiliki, diterjemahkan dan dikembangkan berdasarkan kemampuan yang dimiliki.

- Advertisement -

Adapun, lanjut Reny, ada banyak ragam kegiatan pembelajaran luar kelas di SDN Magersari 2. Seperti tour di MPP (Mall pelayanan publik) dan Telecenter Palapa bagi kelas I dan II. Lalu, bazaar dan pameran bagi siswa kelas V, kemudian studi wisata ke Bumi Mulyo Jati Majapahit bagi siswa kelas IV, serta outing class ke TPA Randegan untuk siswa kelas III.

Baca Juga :  Ibu Brigadir J Terkejut Anaknya Ditembak Atas Perintah Ferdy Sambo

’’Karena pembelajaran outdoor menjadi proses guru mengasah aktivitas siswa. Baik dari segi fisik dan sosial serta kemampuan berkreasi mereka,’’ papar dia.

Reny mengaku antusias dan semangat saat belajar di luar kelas siswa sangat dinanti. Sebab, selama dua tahun pandemi, pembelajaran di luar kelas ditiadakan. Sehingga, saat kembali digelar, para siswa tampak menanti momen ini.

’’Ini bisa menumbuhkan semangat baru bagi siswa untuk belajar. Sekaligus menjadi obat penawar setelah PJJ saat pandemi lalu,’’ tutupnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/