Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Hatta Mustofa

Bisa Belajar Apapun

26 Oktober 2021, 12: 50: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Bisa Belajar Apapun

Figur Hatta Mustofa (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Tak hanya mengejar legalitas ijazah semata. Sekolah kejar paket, diharapkan bisa menambah skill kewirausahaan bagi para pelajar. Hal itu ditegaskan Kepala Sekolah Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mojokerto Hatta Mustofa.

Pria yang akrab disapa Hatta itu mengatakan, mayoritas pelajar SKB berasal dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Otomatis, mereka sangat membutuhkan branding diri agar mendapatkan pekerjaan yang lebih layak.

Tak hanya lewat perolehan ijazah sekolah saja. Namun, mereka juga bakal dibekali keterampilan kewirausahaan untuk diterapkan ke masyarakat. ”Makanya di sini kita bentuk semacam program untuk membina mereka. Kalau di sekolah umum, seperti ekstrakurikuler (ekskul),” ucap dia.

Baca juga: Peran Keluarga Kurangi Learning Loss di Tengah Pembelajaran Daring

Lalu, pria 42 tahun ini melanjutkan, di SKB tersedia berbagai jenis program kewirusahaan untuk mengasah bakat mereka. Mulai dari tata boga, tata busana, hantaran dan kursus mengemudi, serta senam hingga sekolah bulu tangkis.

Semua program ini bersifat swadaya. Tentunya, dengan harga terjangkau dan tidak memberatkan siswa. ”Jadi, yang kita tekankan di SKB, belajar tak hanya soal akademik saja. Namun, di sini kita bisa belajar apapun,” ungkap pria asli Sidoarjo ini.

Masih kata Hatta, setiap tahun, antusias pelajar SKB tak hanya berfokus pada sekolah kejar paket saja. Namun, mereka juga sangat mendukung program yang ada di SKB. Terbukti, hingga kini, meski di tengah pandemi, hasil karya mereka mulai merambah ke pasaran. ”Terutama produk tata busana misalnya. Sampai saat ini terus jalan dan sudah berhasil dijual di pasaran lokal,” paparnya.

Ke depan, imbuh Hatta, ia berharap SKB tak lagi dianggap sebagai sekolah yang reputasinya belum teruji. Sebaliknya, sekolah yang berlokasi di Kecamatan Gedeg ini bisa mendapatkan respons positif dari masyarakat untuk mengubah image-nya menjadi lebih baik. Apalagi, keberadaan SKB merupakan solusi atas permasalahan yang ada sekaligus pemenuhan kebutuhan masyarakat. ”Seperti program pemerintah wajib sekolah 12 tahun itu, semoga bisa terealisasi setiap tahun. Karena tanpa pendidikan, kualitas SDM tentu juga bakal terpengaruh,” pungkasnya. (oce/ron)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia