Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Romantisme Ramadan

F
Penulis: Fendy Hermansyah❯

 

Oleh: Triana Wahyuni, S.Pd, M.M.  Pendidik di SMKN 1 Pungging
Oleh: Triana Wahyuni, S.Pd, M.M. Pendidik di SMKN 1 Pungging

SIKAP romantis seringkali diartikan sebagai suatu cara untuk mengekspresikan emosi, baik dalam bentuk cinta maupun kasih sayang dengan penuh pengertian dan perhatian. Romantis sangat identik dengan sebuah upaya untuk membuat seseorang yang kita sayangi merasa berharga, bahagia, berbunga-bunga dan segala perasaan menyenangkan lainnya, sehingga semakin bertumbuh dan kokohlah rasa cinta dan kasih sayang yang dimiliki.


Advertisement

Bulan Ramadan merupakan salah satu bentuk romantisnya Allah SWT pada hamba-hamba-Nya. Di bulan ini Allah mengkhususkan untuk kita menghayati cinta pada-Nya, melalui ibadah dan amal sholih, dari sebelum matahari terbit sampai tenggelam, menjalin kebersamaan yang penuh dengan kehangatan di bulan Ramadan demi mendapatkan keridloan dari Allah SWT, dengan berlipat pahala dan keutamaan yang nantinya akan berbalas perjumpaan indah dengan Allah SWT di surga-Nya.

Ramadan Menjaga Romantisme dalam Keluarga

Di setiap Ramadan selalu ada momen kebersamaan dengan keluarga. Hal ini bisa dilakukan mulai dari menjelang Ramadan, yaitu bagaimana keluarga bersuka cita menyambut bulan mulia dengan menetapkan bersama-sama target-target ibadah dan amal yang akan dilakukan selama satu bulan ke depan.

Advertisement

Pada saat sahur, berbuka dan sholat tarawih dapat dilakukan dengan saling bekerja sama. Seperti aktivitas membangunkan keluarga pada saat sahur, membantu menyiapkan menu berbuka, saling memberikan dukungan pada si kecil yang masih belajar puasa merupakan saat-saat romantis yang sangat bermakna bagi seluruh anggota keluarga.

Sikap romantisme keluarga semacam ini jarang kita temui di bulan selain Ramadan. Selain itu dengan memperbanyak ibadah, meningkatkan kebersamaan dan komunikasi yang baik antara anggota keluarga, serta menjaga kebersihan dan keharmonisan di dalam rumah juga bermanfaat untuk menghindari pengaruh setan dalam upayanya memecah belah rumah tangga.

Ramadan Menjaga Romantisme Kepedulian Sesama

Advertisement

Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan Ramadan adalah bersedekah. Sebagaimana yang diriwayatkan Sayyidina Anas tentang keutamaan bersedekah pada bulan Ramadan dari Anas dikatakan, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?’ Rasul menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR At-Tirmidzi). Bahkan Rasulullah yang dikenal sebagai orang yang derwawan, beliau lebih dermawan lagi ketika memasuki bulan Ramadan.

Allah SWT menyediakan pahala yang berlipat bagi hamba-Nya yang bersedekah, terutama di bulan ramadhan ini, sehingga memperbanyak sedekah baik berupa menu berbuka bagi tetangga, memberikan takjil di mushola, dijalan-jalan untuk para pencari nafkah yang sedang perjalanan pulang atau ke Masjid terdekat dan senantiasa istiqomah berinfaq merupakan contoh sikap dermawan sebagaimana dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadits juga disampaikan “Siapa yang memberi makanan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka, maka baginya pahala seperti orang puasa tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala orang puasa tersebut”. (HR At-Tirmidzi). Demikianlah Ramadhan memberikan nuansa romantisme untuk senantiasa berbagi kebaikan baik pada tetangga maupun masyarakat sekitar.

Ramadan Manjaga Romantisme dengan Allah SWT

Puasa Ramadan yang kita lakukan berangkat dari rasa cinta kita kepada sang pencipta. Hanya di bulan ini kita benar-benar hanyut dalam nuansa khusyuk beribadah untuk selalu dekat dengan Sang Khalik. Mulai sebelum subuh kita sudah bangun untuk makan sahur, pagi hingga sore kita menahan rasa lapar dan haus. Di malam hari pun, khusyuk sholat tarawih dan tadarus Al-Qur’an. Siang hari bekerja, dengan tetap mengontrol hawa nafsu, dilanjut malam hari terus beribadah dengan sholat tahajud dan seterusnya secara istikamah kita lakukan hingga akhir Ramadan.

Semua itu adalah bentuk upaya kita sebagai manusia untuk membersihkan diri dari dosa dan berharap rahmat dan ampunan dari Allah SWT. ’’Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’’ (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim). Sehingga, bulan Ramadan ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperbaiki hubungan romantisme dengan Allah SWT serta memohon ampunan atas dosa di masa lampau.

Di Bulan Ramadan ini mari kita sambut romantisme Allah SWT untuk hamba-hamba-Nya ini dengan meningkatkan ibadah dan amal shalih. Sudah selayaknya kita manfaatkan momen langka yang hanya kita dapatkan satu kali dalam setahun ini dengan sebaik mungkin, dengan memperbanyak ibadah, sedekah dan memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita, dan akan selalu dipertemukan kembali pada Ramadan tahun berikutnya. Aamin. Wallahu a’lam bishawab. (*)

Advertisement

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer