alexametrics
26.8 C
Mojokerto
Sunday, June 26, 2022

Agustin Wahyuningtyas, S.S, Cetak Generasi Pemimpin Unggul

SEMUA orang merupakan pemimpin terhadap diri sendiri. Falsafah demikian diwujudkan SMP Islam Terpadu (IT) Permata Kota Mojokerto. Agar, sekolah memiliki branding sekolahnya para pemimpin.

Kepala SMPIT Permata Kota Mojokerto Agustin Wahyuningtyas, S.S mengatakan, usia remaja menjadi masa yang tepat untuk menanamkan pertumbuhan karakter. Termasuk menciptakan bibit pemimpin pada setiap siswa. Tentunya, proses pembangunan karakter pemimpin itu melalui tahapan dari berbagai kegiatan yang diusung SMPIT Permata.

’’Dalam pengembangan karakter pemimpin ini, kita tidak hanya menyasar siswa tertentu yang memiliki organisasi saja. Namun, semua siswa kita bimbing,’’ ujarnya.

Wanita akrab disapa Nining ini menjelaskan, pembangunan karakter itu ditempuh dengan berbagai upaya. Seperti dalam program Duta Sparta yang sengaja dikhususkan bagi siswa kelas VII yang akan naik ke kelas VIII. Program ini merupakan kegiatan yang menaungi komunitas bakat dan minat anak. ’’Nanti ada festival Sparta, itu kegiatannya menampilkan karya yang mereka ciptakan sesuai bakat dan minat mereka. Mulai edit video, mungkin ada yang bisa baca Alquran atau berbakat di bidang seni,’’ bebernya.

Baca Juga :  Gunawan, S.Pd, Wujudkan Sekolah Merdeka dari Penanaman Karakter

Tujuan kegiatan tersebut untuk menampilkan rasa percaya diri pada masing-masing siswa. Selanjutnya, tersedia pula program siswa kelas VIII yang hendak melanjutkan ke kelas IX, yakni Presentasi Karya. Kegiatan ini digulirkan setiap jelang kenaikan kelas. Para siswa wajib menampilkan hasil karya sesuai bakat mereka sebagai syarat naik kelas IX. ’’Terserah, apapun hobinya. Misal, kalau suka masak, ya kita suruh sajikan kuliner tapi harus yang berbau unik. Ini juga untuk melatih kreativitas anak,’’ papar dia.

Sedangkan untuk kelas IX, syarat sebelum lulus hampir sama dengan siswa kelas VII. Namun, presentasi karya masing-masing siswa harus disertai dengan makalah. Presentasi harus dibawakan dengan empat bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa. Ini untuk membentuk kepribadian mereka sebagai individu yang bertanggung jawab. ’’Sekilas hampir sama seperti kuliah sistemnya. Metode ini kita harapkan, siswa lulus bisa tahu kelebihan serta bakat mereka. Jadi, mereka tahu potensi diri sendiri,’’ sebut Nining.

Baca Juga :  Tasbiroh, S.Pd.I, Karakter Akhlakul Karimah Jadi Kebutuhan Siswa

Dikatakannya pula, pelaksanaan berbagai program ini, tak langsung digelar begitu saja. Melainkan, dengan persiapan kurang lebih dua bulan sebelum event terlaksana. Sebelum siswa memutuskan karya yang akan ditampilkan, siswa akan mendapat bimbingan dari guru. Mereka akan dipetakan berdasarkan hobi yang disukai.

’’Karena bagi kami, SMPIT Permata merupakan kawah candradimuka menciptakan pemimpin. Sehingga, dengan berbagai program ini, harapannya anak bisa mengetahui potensi diri berdasarkan kesenangan mereka bukan karena paksaan,’’ tutupnya. (oce/fen)

SEMUA orang merupakan pemimpin terhadap diri sendiri. Falsafah demikian diwujudkan SMP Islam Terpadu (IT) Permata Kota Mojokerto. Agar, sekolah memiliki branding sekolahnya para pemimpin.

Kepala SMPIT Permata Kota Mojokerto Agustin Wahyuningtyas, S.S mengatakan, usia remaja menjadi masa yang tepat untuk menanamkan pertumbuhan karakter. Termasuk menciptakan bibit pemimpin pada setiap siswa. Tentunya, proses pembangunan karakter pemimpin itu melalui tahapan dari berbagai kegiatan yang diusung SMPIT Permata.

’’Dalam pengembangan karakter pemimpin ini, kita tidak hanya menyasar siswa tertentu yang memiliki organisasi saja. Namun, semua siswa kita bimbing,’’ ujarnya.

Wanita akrab disapa Nining ini menjelaskan, pembangunan karakter itu ditempuh dengan berbagai upaya. Seperti dalam program Duta Sparta yang sengaja dikhususkan bagi siswa kelas VII yang akan naik ke kelas VIII. Program ini merupakan kegiatan yang menaungi komunitas bakat dan minat anak. ’’Nanti ada festival Sparta, itu kegiatannya menampilkan karya yang mereka ciptakan sesuai bakat dan minat mereka. Mulai edit video, mungkin ada yang bisa baca Alquran atau berbakat di bidang seni,’’ bebernya.

Baca Juga :  Koesno Nonton Ludruk (Lagi)

Tujuan kegiatan tersebut untuk menampilkan rasa percaya diri pada masing-masing siswa. Selanjutnya, tersedia pula program siswa kelas VIII yang hendak melanjutkan ke kelas IX, yakni Presentasi Karya. Kegiatan ini digulirkan setiap jelang kenaikan kelas. Para siswa wajib menampilkan hasil karya sesuai bakat mereka sebagai syarat naik kelas IX. ’’Terserah, apapun hobinya. Misal, kalau suka masak, ya kita suruh sajikan kuliner tapi harus yang berbau unik. Ini juga untuk melatih kreativitas anak,’’ papar dia.

Sedangkan untuk kelas IX, syarat sebelum lulus hampir sama dengan siswa kelas VII. Namun, presentasi karya masing-masing siswa harus disertai dengan makalah. Presentasi harus dibawakan dengan empat bahasa, mulai dari Bahasa Indonesia, Inggris, Arab dan Jawa. Ini untuk membentuk kepribadian mereka sebagai individu yang bertanggung jawab. ’’Sekilas hampir sama seperti kuliah sistemnya. Metode ini kita harapkan, siswa lulus bisa tahu kelebihan serta bakat mereka. Jadi, mereka tahu potensi diri sendiri,’’ sebut Nining.

Baca Juga :  Ririn Faridah, S.Pd, Siapkan Siswa Berkarakter Religius dan Kaya Prestasi
- Advertisement -

Dikatakannya pula, pelaksanaan berbagai program ini, tak langsung digelar begitu saja. Melainkan, dengan persiapan kurang lebih dua bulan sebelum event terlaksana. Sebelum siswa memutuskan karya yang akan ditampilkan, siswa akan mendapat bimbingan dari guru. Mereka akan dipetakan berdasarkan hobi yang disukai.

’’Karena bagi kami, SMPIT Permata merupakan kawah candradimuka menciptakan pemimpin. Sehingga, dengan berbagai program ini, harapannya anak bisa mengetahui potensi diri berdasarkan kesenangan mereka bukan karena paksaan,’’ tutupnya. (oce/fen)

Artikel Terkait

Most Read

Wisata Masih Belum Normal

Harga Telur Mulai Merangkak Naik

Vino, Berkembang dari Pengalaman

Artikel Terbaru


/