Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
dr. Djoned Sananto, SpBP-RE (K)

Kecantikan Bagian dari Seni

19 Oktober 2021, 06: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Kecantikan Bagian dari Seni

SIMPEL: dr Djonet Sananto ketika berada di ruangan praktek (Indah Oceananda/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

SISI kecantikan adalah sesuatu yang superfisial. Begitu ungkapan dr Djoned Sananto, SpBP-RE (K). Tak dipungkiri, saat ini penampilan menjadi salah satu aspek yang sangat dijaga oleh kebanyakan orang. Termasuk nilai kecantikan yang melekat pada wajah seseorang. ”Walau tidak cantik, tapi kalau kulit bersih dan rapi tentu akan memberikan nilai lebih. Meski pandemi atau tidak, untuk sebagian besar orang, kecantikan adalah sesuatu yang penting,” ujar dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi estetik di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo ini.

Menurut pria akrab disapa Sananto ini, keterbatasan aktivitas selama pandemi tidak menjadi hambatan bagi mereka yang ingin tampil cantik dan sehat. Pasalnya, terlihat cantik juga memberikan kebahagiaan serta kepuasan batin bagi individu masing-masing. Itu tentunya juga memberikan dampak bagi kesehatan jiwa seseorang. ”Kalau seseorang sudah bangga dan tidak insecure lagi terhadap penampilannya, pasti kesehatan mentalnya juga akan bertambah. Karena seolah-olah sudah terapresiasikan lewat fisik,” ucap warga asal Kota Pahlawan ini.

Tiga tahun berdinas di Poli Kecantikan dan Estetika RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto, Sananto mengaku seperti menjabat dua profesi. Tak hanya bak sebagai pelukis, namun dirinya juga merasa seperti dokter jiwa. Bagaimana tidak, sebelum memenuhi permintaan bedah, dia harus mengerti kondisi pasien. ”Biasanya saya tanya dulu apa yang menjadikan dirinya minder. Karena memang terkadang permintaan pasien tidak sama dengan bagian yang harusnya dipermak,” tutur pria 54 tahun tersebut. Barulah, setelah dia berhasil meyakinkan pasiennya operasi bisa dilangsungkan.

Baca juga: Fasilitasi Penyaluran Bakat Siswa

Sananto mengungkapkan, menangani pasien kecantikan tak semudah yang dibayangkan. Perlu usaha keras untuk membuat mereka percaya dengan hasil permaknya. Apalagi, ini menyangkut penampilan seseorang. Bahkan, sebelum melakukan operasi, dia harus mencari inspirasi terlebih dahulu agar hasilnya maksimal. ”Makanya seperti melukis, butuh waktu dan pengukuran yang tepat,” sebut alumni Universitas Airlangga tahun 2005 itu.

Disinggung terkait ketertarikannya terhadap kecantikan, Sananto memaparkan dia memang menyukai seni melukis sejak kecil. Dari segelintir fokus yang ada di kedokteran, hanya spesialis bedah kulit yang identik dengan estetika. Sehingga, dia yang sebelumnya merupakan dokter umum pun memutuskan ambil konsentrasi menjadi dokter spesialis bedah kulit. ’’Kecantikan itu bagian dari seni,’’ tutupnya. (oce/fen)

(mj/OCE/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia