Rabu, 01 Dec 2021
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Rina Herawati

Bentuk Karakter lewat Bermain Peran

11 November 2021, 14: 25: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Bentuk Karakter lewat Bermain Peran

BAGI PERAN: Rina Hewawati sosok pendidik yang kreasikan pengajaran karakter. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

DENGAN tikar multiguna, Rina Herawati menjadikannya sebagai media pembelajaran untuk membentuk karakter anak-anak. Pendidik TK Dharma Wanita unit Dikbud Kota Mojokerto ini mengajak siswa untuk bermain peran.

Sesuai namanya, tikar multiguna difungsikan sebagai alas untuk memulai bermain peran. Permukaan alas berbentuk persegi empat itu dimodifikasi dengan diberi 12 petak. Masing-masing item berisi gambar karakter yang berbeda.

Rina menjelaskan, gambar karakter pada setiap petak mengandung nilai-nilai karakter dalam Profil Pelajar Pancasila. Mulai dari beriman dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, berpikir kritis, mandiri, serta kreatif. ’’Intinya untuk mengasah kognitif anak-anak,’’ terangnya.
Sebab, terang dia, tikar mutiguna digunakan untuk media permainan. Dalam praktiknya, setiap siswa diberi kesempatan melemparkan dadu. Jumlah titik pada dadu itu lah yang akan menjadi penentu langkah siswa untuk menjalankan pion.

Baca juga: Berdayakan Perempuan lewat Pelatihan

Di titik pion berhenti, anak didik diminta menjelaskan gambar pada petak. Rina mengatakan, langkah itu bertujuan untuk mengasah bahasa anak untuk menyampaikan isi pikirannya. ’’Selain itu, juga menciptakan diskusi dengan anak-anak lainnya. Karena pemikiran setiap anak pasti berbeda,’’ tandasnya.

Rina menyatakan, siswa memerankan sesuai gambar karakter. Dicontohkannya, pada salah satu petak pada alas multiguna terdapat gambar menyiram tanaman. Maka siswa ditanamkan rasa bertanggung jawab dengan mempraktikkan secara langsung merawat tanaman.

Selain itu, juga terdapat gambar karakter sampah yang mengajarkan tentang cinta lingkungan. Sifat tolong menolong juga digambarkan dengan karakter seorang anak yang terjatuh dari sepeda. ’’Selain berusaha menemukan makna di balik gambar karakter, anak juga mempraktikkannya dengan memerankannya dalam keadaan bermain,’’ ujarnya.

Finalis Teaching Challenge, Adu Kreativitas Mengajar 2021 Kota Mojokerto ini menambahkan, melalui bermain peran mampu menjadi media membentuk karakter anak usia dini. Dan, pembiasaan di sekolah itu juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan anak sehari-hari.

Karena itu, Rina berharap ada tindak lanjut dari orang tua untuk membimbing anak selama di rumah. ’’Kalau anak sudah terbiasa, maka anak akan melakukan di mana pun dan kapan pun berada,’’ pungkas pendidik asal Jalan Kristal, Perum Bumi Sooko Permai, Kabupaten Mojokerto. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia