Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Yang Gustida Aditya Jakti

Kenalkan Siswa Dunia Wirausaha

10 November 2021, 14: 20: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Kenalkan Siswa Dunia Wirausaha

OPTIMAL: Yang Gustida ketika mempresentasikan metode pengajaran yang dibikinnya saat event Teaching Challenge beberapa waktu lalu (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Yang Gustida Aditya Jakti mengenalkan sejak dini kepada peserta didiknya untuk berwirausaha. Pendidik SMPN 2 Kota Mojokerto menanamkan entrepreneurship experience berbasis kearifan lokal onde-onde.

Yang mengungkapkan, entrepreneurship experience lebih diarahkan pada pembekalan kecakapan hidup siswa. Karena sejauh ini pembelajaran cenderung lebih untuk penguatan akademik saja. Padahal, di jenjang SMP, terutama kelas VIII dan IX sudah harus dikenalkan tentang karir. ’’Kalau tidak dikenalkan sejak dini, anak-anak akan bingung menentukan penjurusan atau keahlian saat di jenjang SMA/SMK,’’ terangnya.

Guru yang tinggal di Jalan Rajekwesi, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ini mengenalkan dunia wirausaha sekaligus mengangkat kebudayaan daerah. Sehingga, dia memilih produk kearifan lokal. Khususnya dalam bentuk makanan khas Kota Mojokerto onde-onde. ’’Jadi, selain diberi pembekalan kecakapan hidup, anak-anak juga sekaligus mengenal potensi lokal Kota Mojokerto,’’ tandasnya.

Baca juga: Sambung Cerita lewat Kartu Cerita

Dalam praktiknya, peserta didik ditanamkan rasa percaya diri. Guru Bimbingan Konseling (BK) ini melatih siswa untuk memperkenalkan diri yang dikemas dalam bentuk video. Sebab, kata dia, percaya diri merupakan modal awal untuk berwirausaha.

Selanjutnya, Yang melakukan sharing informasi dan berdiskusi tentang Kota Mojokerto dengan siswa. Setelah ada feed back, siswa kemudian diberi kebebasan untuk mengangkat salah satu potensi Kota Mojokerto secara berkelompok. Terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal dalam bentuk produk.

Pada sesi berikutnya, peserta didik diminta mempresentasikan produk lokal yang telah dipilih. Dalam tahap tersebut akan muncul kreativitas dari masing-masing kelompok untuk membuat siswa lain tertarik dengan produknya. ’’Siswa seakan-akan trial untuk memasarkan di depan teman-teman kelas dulu. Kita bebaskan caranya seperti apa,’’ bebernya.

Finalis Teaching Challenge, Adu Kreativitas Mengajar 2021 ini menambahkan, di tahap akhir siswa diberi tantangan untuk memasrkan produk. Agar lebih fair, maka dipilih makanan onde-onde karena murah dan mudah untuk dijual. Di sisi lain, makanan-makanan tersebut merupakan khas dari Kota Mojokerto.

Dia menyebut, melalui entrepreneurship experience diharapkan dapat membekali pengalaman siswa dalam berwirausaha. Selain itu, peserta didik juga mampu mengekslporasi berbagai potensi daerah. ’’Di dalam proses pembelajaran ini sekaligus merkeka juga di tanamkan kerjasama, peduli, berani, dan nilai-nilai profil pelajar pancasila lainnya,’’ pungkas Yang. (ram/abi)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia