Rabu, 27 Oct 2021
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Zulkarnain Mahading

Getol Gandeng Stakeholder

10 Oktober 2021, 11: 55: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Getol Gandeng Stakeholder

JEMPUT BOLA: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Zulkarnain Mahading (Martda Vadetya/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Zulkarnain Mahading getol menyosialiasikan pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan. Yang paling gres adalah jaminan kesejahteraan berupa beasiswa pendidikan bagi anak peserta BPJS Ketenagakerjaan.

DUA bulan menakhodai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto Zulkarnain berupaya seoptimal mungkin berpartisipasi menyejahterakan para pekerja sektor formal dan informal. Yakni, melalui jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Sebab, memberikan perlindungan bagi para pekerja adalah tujuan utama BPJS Ketenagakerjaan. ’’Karena semua masyarakat pekerja mendapat hak jaminan sosial sesuai undang-undang,” ujarnya. Salah satu perlindungan pekerja di masa pandemi berupa peningkatan herd immunity. Untuk itu, pihaknya menggandeng instansi terkait menggelar vaksinasi di Ngoro Industrial Park (NIP).

Baca juga: Selamatkan Generasi Muda, Tak Kendor Perangi Narkoba

Zulkarnain juga menggagas kolaborasi dengan pemerintah daerah hingga asosiasi pekerja guna meningkatkan kesejahteraan bagi pekerja. ”Dalam hal ini (kesejahteraan pekerja) yang paling berperan penting adalah pemerintah daerah,” imbuh pria 47 tahun itu.

Tak melulu soal sektor industri. Menurutnya, kesejahteraan pelaku UMKM dan anggota koperasi perlu diperhatikan. Terkait itu, pihaknya menggandeng Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto. Tujuannya,  mendorong pelaku UMKM dan anggota koperasi bangkit dari keterpurukan imbas pandemi Covid-19. ”Karena salah satu tugas kami memang berhubungan dengan pengentasan kemiskinan, supaya mereka juga bisa sejahtera,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kesejahteraan itu adalah terbebas dari belenggu kekhawatiran dan keraguan. Di antaranya, khawatir akan potensi kecelakaan hingga kematian dalam bekerja. ”Ada jaminan bagi mereka. Bahkan, ada beasiswa bagi anak pelaku UMKM peserta BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Beasiswa itu ditujukan bagi anak para pelaku UMKM peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dalam bekerja. Mulai dari jenjang SD hingga perguruan tinggi. ”Maksimal dua orang anak dari satu pekerja,” terangnya. Meski baru bergulir tahun ini, program beasiswa tersebut dinilai memberikan dampak berkepanjangan. Harapannya, penerima beasiswa mampu bangkit menyongsong masa depannya.

Hingga triwulan ketiga ini, setidaknya 312 anak di Mojokerto telah menerima manfaat jaminan sosial tersebut. Dana sekitar Rp 1,1 miliar digelontorkan bagi mereka. ”Memang secara masif beasiswa itu baru bergulir tahun ini. Tentu, ke depannya akan kami optimalkan lagi,” tutur pria asli Ujung Pandang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ini.

Pihaknya juga menjangkau pekerja di luar sektor industri dan UMKM. ”Oleh Pemkot Mojokerto, petugas RT/RW hingga petugas keagamaan (marbot, petugas gereja) sudah didaftarkan (BPJS Ketenagakerjaan). Dan itu (iuran BPJS Ketenagakerjaan) diambilkan dari dana APBD. Sehingga tidak ditanggung peserta secara langsung,” tandas ayah empat anak itu. (vad/fen)

(mj/VAD/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia