Kamis, 20 Jan 2022
Radar Mojokerto
Home / Sambel Wader
icon featured
Sambel Wader
Leni Fitria Wati

Bentuk Karakter Siswa dengan Si Ultra

09 November 2021, 05: 05: 59 WIB | editor : Fendy Hermansyah

Bentuk Karakter Siswa dengan Si Ultra

KREATIF: Leni menunjukkan perlengkapan pembelajaran bikinannya. (Rizal Amrulloh/jawaposradarmojokerto.id)

Share this      

SELAMA pembelajaran daring, tidak sedikit siswa yang terpaksa tidak bisa melewati masa-masa bersosialisasi dengan teman sekolah. Bahkan, anak di jenjang SD, juga kehilangan momentum pembentukan karakter.

Berawal dari permasalahan ini, guru kelas IV SDN Balongsari V Kota Mojokerto, Leni Fitria Wati, mengembangkan inovasi pembelajaran yang dinamakan Si Ultra. Yakni sebuah permainan ular tangga yang dilengkapi dengan kartu budaya.

Dijelaskan Leni, Si Ultra tak jauh berbeda dengan permainan ular tangga pada umumnya.  Hanya saja, cara dan aturan bermainnya disisipkan dengan praktik, tantangan, dan kuis yang berkaitan dengan pembentukan karakter pada anak jenjang SD. ”Dasar dari permainan Si Ultra adalah upaya pembentukan karakter siswa melalui kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan beramakna,” tandasnya.

Baca juga: Tingkatkan Keterampilan Literasi Digital Siswa

Media pembelajaran Si Ultra ini diterapkan seiring diizinkannya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Mojokerto. Tak hanya bermain, siswa juga dapat memetik ilmu dari setiap langkah dalam permainan ular tangga. Selain itu, juga mampu membentuk karakter peserta didik.

Leni mengungkapkan, Si Ultra dimainkan secara berkelompok sebanyak lima siswa. Satu anak berperan sebagai juri yang dipilih secara musyawarah. Sedangkan empat siswa lainnya menjadi pemain.

Setiap pemain berkesempatan melemparkan dadu untuk menentukan jumlah langkahnya. Bedanya dengan permainan ular tangga biasa, Leni mengkombinasikannya dengan memasukkan materi yang dipelajari di kelas IV SD.

Salah satunya dengan mamasukkan tema 1 tentang Keaneragaman Budaya Bangsaku. ”Setiap petak yang diinjak pemain terdapat kartu yang dibacakan oleh juri,” urai Finalis Teaching Challenge, Adu kreativitas Mengajar 2021 Kota Mojokerto ini.

Dia merinci, di balik kartu Si Ultra tersebut terdiri tiga jenis. Masing-masing berisi kartu tantangan untuk menyanyikan lagu nasional maupun lagu daerah. Selain itu, terdapat kartu praktik yang berisi membuat bentuk atau karakter tertentu dari bombik atau plastisin. Juga terdapat kartu kuis yang memuat deskripsi pertanyaan seputar kebudayaan.

Semua tugas pada kartu Si Ultra tersebut harus dilakukan oleh tiap pemain. Jika tidak bisa menjalankan, maka  pemain harus menerima konsekuensi sesuai aturan permainannya. ”Kalau tidak bisa melakukan tantangan, praktik, maupun menjawab pertanyaan, maka pemain harus kembali ke titik awal lagi,” ulas Leni.

Sebaliknya, anak-anak juga akan lolos dari jebakan ular kalau bisa menjalankan tugas dengan benar. Menurut Leni, melalui permainan Si Ultra mampu mengembalikan masa bersosialisasi dan berinteraksi siswa yang hilang selama masa pembelajaran daring.

Karakter siswa juga akan terbentuk dengan penugasan yang ada di balik kartu ular tangga. Di sisi lain, anak-anak juga akan memetik pelajaran sambil bermain. ”Dengan permainan Si Ultra ini siswa seolah-olah tidak terasa bahwa karakternya terbentuk. Dan, mereka juga tidak merasa sedang belajar,” urainya.

Pendidik asal Desa Plosokerep, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang ini menambahkan, metode pembelajaran dengan permainan Si Ultra ini juga  cukup mudah diterapkan guru lainnya. Karena, tinggal memodifikasi pada materi penugasan kartu ular tangga sesuai janjang kelas dan mata pelajaran yang diampunya. (ram/ron)

(mj/ram/fen/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia