alexametrics
28.8 C
Mojokerto
Sunday, July 3, 2022

Gusti Ayu Tetaviana Callula Arameita, Akrab dengan Dunia Musik Sejak Kecil

LINGKUNGAN orang tua maupun sekolah yang mendukung, diyakini mampu melahirkan siswa berprestasi. Seperti Gusti Ayu Tetaviana Callula Arameita. Pelajar SMP Negeri 2 Kota Mojokerto ini berhasil meraih banyak prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Meski baru duduk di kelas VIII, gadis kerap disapa Callula ini berhasil menyandang juara II lomba Pidato Mirip Soekarno dalam event Bulan Bung Karno yang digelar pekan lalu. ”Itu juga baru nyoba. Kebetulan kalau saya aslinya suka main musik. Kalau di dunia public speaking baru menekuni setahun ini,” ujarnya.

Callula memang dikenal sebagai pemain biola di sekolahnya. Sebab, sejak duduk di kelas II SD, ia sudah berlatih memainkan biola. Itu atas permintaannya sendiri karena ingin seperti salah satu pemain biola idamannya. ”Saya yang minta kursus biola ke orang tua, lalu dibolehkan. Akhirnya sampai sekarang masih main biola, dan sudah merambah ke beberapa alat musik lainnya,” ucap gadis 14 tahun ini.

Baca Juga :  Jalin Silaturahmi, JPRM Buka Puasa Bareng Agen

Callula mengaku, ia berhasil diterima masuk ke SMPN 2 Kota Mojokerto karena jalur prestasi nonakademik dari prestasinya bermain alat musik. Untuk latihan biola, Callula tak memungkiri itu membutuhkan waktu lama. Kurang lebih dua tahun berlatih, ia baru memberanikan diri ikut lomba biola. ”Ikut lomba di orkestra tempat saya kursus. Itu juara I. Lalu, maju ke tingkat nasional tahun 2017,” ucapnya.
Meski belum berhasil meraih juara, ia tetap percaya diri dan terus mengembangkan bakatnya untuk bermain alat musik lainnya. Seperti, gitar, cello dan drum.

Selain berbakat memainkan alat musik, Callula juga berbakat di bidang akademik. Ia sempat meraih juara I dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan SMAN 2 Kota Mojokerto.

Tak hanya itu, dia juga sempat memenangkan juara I dalam lomba Festival Film Mojokerto sebagai sutradara. ”Selain dukungan dari orang tua, sekolah juga memfasilitasi saya untuk mengembangkan bakat karena disini juga disediakan ruang khusus bermain alat musik. Jadi, selama ada lomba yang sesuai dengan kemampuan, ya saya ikut. Karena kesempatan tidak datang dua kali,” tuturnya.

Baca Juga :  Petilasan Empu Supo Watersumpak Trowulan, Kemalangan Hampiri Pemburu Musang

Kendati memiliki keahlian dalam bidang musik, Callula mengaku tidak ingin menjadi seniman dalam dunia musik. Melainkan, ia bercita-cita sebagai dokter. ”Sementara, saat ini ingin jadi dokter. Dokter tapi yang punya keahlian bermain alat musik,” imbuhnya.

Callula menambahkan, dengan seabrek prestasi yang sudah diraihnya dalam usia muda, itu tak menjadikannya berhenti mengembangkan potensi diri. Sebab, semua hal yang dipelajari selama muda pasti berguna untuk masa depan. ”Selama lingkungan sekolah dan orang tua mendukung, semangat berkarya pasti terus tumbuh. Semoga untuk teman-teman sebaya juga termotivasi dan tidak ragu untuk mencoba hal yang baru,” pungkasnya. (oce/ron)

LINGKUNGAN orang tua maupun sekolah yang mendukung, diyakini mampu melahirkan siswa berprestasi. Seperti Gusti Ayu Tetaviana Callula Arameita. Pelajar SMP Negeri 2 Kota Mojokerto ini berhasil meraih banyak prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Meski baru duduk di kelas VIII, gadis kerap disapa Callula ini berhasil menyandang juara II lomba Pidato Mirip Soekarno dalam event Bulan Bung Karno yang digelar pekan lalu. ”Itu juga baru nyoba. Kebetulan kalau saya aslinya suka main musik. Kalau di dunia public speaking baru menekuni setahun ini,” ujarnya.

Callula memang dikenal sebagai pemain biola di sekolahnya. Sebab, sejak duduk di kelas II SD, ia sudah berlatih memainkan biola. Itu atas permintaannya sendiri karena ingin seperti salah satu pemain biola idamannya. ”Saya yang minta kursus biola ke orang tua, lalu dibolehkan. Akhirnya sampai sekarang masih main biola, dan sudah merambah ke beberapa alat musik lainnya,” ucap gadis 14 tahun ini.

Baca Juga :  Dewan Pers Apresiasi JPRM, Berkat Tuntaskan Verifikasi Faktual

Callula mengaku, ia berhasil diterima masuk ke SMPN 2 Kota Mojokerto karena jalur prestasi nonakademik dari prestasinya bermain alat musik. Untuk latihan biola, Callula tak memungkiri itu membutuhkan waktu lama. Kurang lebih dua tahun berlatih, ia baru memberanikan diri ikut lomba biola. ”Ikut lomba di orkestra tempat saya kursus. Itu juara I. Lalu, maju ke tingkat nasional tahun 2017,” ucapnya.
Meski belum berhasil meraih juara, ia tetap percaya diri dan terus mengembangkan bakatnya untuk bermain alat musik lainnya. Seperti, gitar, cello dan drum.

Selain berbakat memainkan alat musik, Callula juga berbakat di bidang akademik. Ia sempat meraih juara I dalam Olimpiade Bahasa Inggris yang diselenggarakan SMAN 2 Kota Mojokerto.

Tak hanya itu, dia juga sempat memenangkan juara I dalam lomba Festival Film Mojokerto sebagai sutradara. ”Selain dukungan dari orang tua, sekolah juga memfasilitasi saya untuk mengembangkan bakat karena disini juga disediakan ruang khusus bermain alat musik. Jadi, selama ada lomba yang sesuai dengan kemampuan, ya saya ikut. Karena kesempatan tidak datang dua kali,” tuturnya.

Baca Juga :  Suwadi, Lahirkan Generasi Siswa Cakap Literasi
- Advertisement -

Kendati memiliki keahlian dalam bidang musik, Callula mengaku tidak ingin menjadi seniman dalam dunia musik. Melainkan, ia bercita-cita sebagai dokter. ”Sementara, saat ini ingin jadi dokter. Dokter tapi yang punya keahlian bermain alat musik,” imbuhnya.

Callula menambahkan, dengan seabrek prestasi yang sudah diraihnya dalam usia muda, itu tak menjadikannya berhenti mengembangkan potensi diri. Sebab, semua hal yang dipelajari selama muda pasti berguna untuk masa depan. ”Selama lingkungan sekolah dan orang tua mendukung, semangat berkarya pasti terus tumbuh. Semoga untuk teman-teman sebaya juga termotivasi dan tidak ragu untuk mencoba hal yang baru,” pungkasnya. (oce/ron)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/