alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Cerita Para Penyintas Covid-19

Dengarkan Musik Favorit dan Menulis

15 September 2021, 11: 25: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

dr Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani. (KHUDORI/radarmojokerto.id)

dr Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani menyadari risiko tinggi terpapar Covid-19. Menjadi tenaga kesehatan (nakes), ia menjadi garda terdepan dalam menghadapi pasien. Benar saja. Juli lalu, di tengah lonjakan kasus di Kabupaten Mojokerto, kesehatan kepala Puskesmas Gayaman ini drop.

Sejumlah faktor menjadi pemicu. Selain meroketnya pasien yang dirawat di ruang isolasi terpusat (Isoter) Puskesmas Gayaman, padatnya kegiatan vaksin dan tracing membuat dirinya lupa makan. ’’Imun saya turun karena kurang istirahat. Senin sampai Minggu tidak ada hari libur buat nakes, dan saya sering telat makan. Jadi akhirnya terpapar virus,’’ kata perempuan kelahiran 1982 ini.

Menyadari badannya kurang fit dan tenggorokan gatal disertai sedikit batuk, ia memutuskan menjauh dari lingkungan. Baik dari anak-anaknya ataupun teman kerja. ’’Lalu saya rapid antigen hasilnya positif dan besok pagi saya PCR. Hasilnya, sorenya positif langsung saya isolasi,’’ tutur Wardani.

Baca juga: Bangun Karakter untuk Raih Prestasi

Saat itu, ia bergejala ringan. Selama melangsungkan isoman, banyak keluhan yang dialami. Mulai panas, pusing, mual dan muntah. Bahkan tidak bisa merasakan makanan dan hilang penciuman.

Sejumlah gejala itu dirasakan selama 10 hari sebelum akhirnya Wardani dinyatakan negatif. Tak mau terpuruk dengan keadaan, di tengah isoman, Wardani mengaku tetap menerima konsultan untuk pasien yang dirawat di Puskesmas. ’’Saya bisa bangkit karena saya berusaha berpikir positif dan saya mendapat support dari  orang yang sayang sama saya,’’ ujarnya.

Berpikir positif, artinya, dia harus bisa membuat dirinya yakin dan percaya bahwa bisa sembuh. Dia juga percaya, Allah memberikan penyakit pasti ada hikmahnya. Apalagi, banyaknya kasus Covid-19 mendorong dirinya juga harus cepat pulih. Sebab tenaganya menjadi seorang nakes masih dibutuhkan banyak orang. ’’Dan, Alhamdulillah saya mendapat banyak perhatian dan doa dari orang-orang tersayang. Itu yang membuat energi positif dalam diri saya,’’ paparnya bersyukur.

Meski nafsu makan turun drastis, untuk pemulihan daya tahan tubuhnya, Wardani harus mengkonsumsi makanan bergizi berikut asupan vitaminnya. Termasuk olahraga kecil secara mandiri dan rutin, mengaji, dan video call anak-anak yang tentunya ikut jadi penyemangatnya.

Untuk menghindari stres, ia banyak mendengarkan musik favorit dan menulis yang sudah menjadi hobinya. ’’Saya anggap isolasi waktu adalah bentuk dari protes tubuh saya untuk minta istirahat. Karena aktivitas saya yang padat sekali waktu itu. Setelah saya sembuh, suami yang terpapar, tapi tidak lama,’’ bebernya.

Prinsipnya, berpikir dan melakukan sesuatu hal yang membuat energi positif menjadi pedomannya saat isoman. Dengan begitu dalam tubuh akan menghasilkan endorfin yang mebuat bahagia. Sehingga imun bisa meningkat dan bisa mempercepat penyembuhan. ’’Ternyata saya sadar dalam kondisi seperti itu hal yang bisa kita lakukan adalah mengatur mindset kita. Intinya buat diri kita bahagia dan tak lupa support dari orang-orang tersayang. Karena dengan itu saya bisa melewati hari-hari yang buruk itu,’’ jelasnya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya