alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Seleksi Sekda, Enam Pejabat Diuji Asesor Independen

14 September 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Seleksi dengan sistem rotasi mutasi Sekdakab Mojokerto dimulai. Hari ini (14/9), enam pejabat yang mendapat surat tugas unjuk kemampuan dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) itu.

Bertempat di salah satu Hotel Surabaya, selama dua hari (14-15 September) mereka diuji oleh asesor independen yang tergabung dalam panitia seleksi (pansel). Enam pejabat eselon II yang mendapat tugas adalah Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mieke Juliastutik, Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Teguh Gunarko, Kepala DPUPR Kabupaten Bambang Purwanto, Kepala Dinas Sosial  (Dinsos) Kabupaten Ludfi Ariyono, Kepala Diskominfo Kabupaten Ardi Sepdianto, dan Kepala DPMPTSP Kabupaten Abdulloh Muhtar.

’’Kenapa harus enam nama ini, sesuai surat dari BKPP, enam ini sudah lengkap persyaratannya. Sedangkan lainnya belum, jadi saya harus memilih yang sudah,’’ ungkap Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati, kemarin (13/9).

Baca juga: Atlet Arung Jeram Asal Tiga Daerah Asah Skill di Mojokerto

Secara otomatis, keenam nama yang sudah mendapat surat tugas untuk mengikuti seleksi jabatan sekda secara rotasi mutasi harus benar-benar menyiapkan diri. Pasalnya, mereka yang berkompeten dan terpilih menjadi sekda definitif nantinya bakal ikut menjadi penentu arah pembangunan daerah. Mereka pun harus bersaing ketat dalam mengikuti bursa sekda. Karena diyakini, semua sama-sama sudah kenyang dan paham seputar pemerintahan. ’’Jadi saya harus melihat hasil tesnya. Otomatis dari enam orang ini saya berpikir bahwa orang-orang yang bisa diajak kerja sama,’’ katanya.

Karena masih tahapan seleksi oleh tim pansel, pihaknya memilih menunggu apa yang menjadi hasil kerja keras tim pansel dalam menyeleksi enam nama tersebut menjadi tiga nama. ’’Saya juga kepingin melihat proses tesnya juga, karena kan nantinya harus berpartner dengan saya,’’ tegasnya.

Kendati begitu, selama enam bulan memimpin Kabupaten Mojokerto bersama wabup, sedikit banyak Ikfina mengaku sudah mengetahui sistem kerja dan responsif para pembantunya selama ini. Kondisi ini tentu menjadi penilaian tersendiri bagi Ikfina untuk menentukan partner dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan. ’’Tapi, lebih fair jika kita melihat hasil seleksi dari pansel dulu,’’ paparnya.

Mereka yang berstatus sebagai pejabat eselon IIB itu nantinya diuji oleh asesor independen. Meliputi, Pj Sekdakab Mojokerto Himawan Estu Bagijo, Kepala BKD Provinsi Jatim Nurkholis, dan tiga guru besar Universitas Ailangga Surabaya. Antara lain, Prof Dr Suryanto, Pof Dr Yusus Irianto, dan Prof Dr Y. Sogar Simamora. Ketiganya yang merupakan pakar Ahli Hukum Tata Negara dan Psikologi itu dari unsur eksternal.

Di hadapan tim pansel tersebut, enam pejabat unjuk kemampuan untuk penilaian. Meliputi, rekam jejak jabatan yang dipunyai. Termasuk jabatan-jabatan yang sudah dilalui juga bagian dari skoring. Selain itu, para kontestan juga diuji kompetensinya dalam pembuatan makalah untuk dipresentasikan. ’’Serangkaian itu dilakukan on the sport, tapi sebelumnya terkait pembuatan makalah itu sudah diberitahukan kepada mereka (enam calon sekda) untuk membuat. Nanti dipresentasikan dan diuji, serta ada sesi wawancara,’’ ungkap Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Himawan Estu Bagijo.

Hasil dari penilaian itu nantinya disodorkan ke Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK). Sistem penilaiannya nanti bakal diranking sesuai kemampuan. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya