alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Atlet Arung Jeram Asal Tiga Daerah Asah Skill di Mojokerto

14 September 2021, 11: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

EFEKTIF: Atlet arung jeram junior saat menjalani latihan bersama tiga daerah di sungai Ngotok, Area jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Minggu (12/9). (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penurunan debit sungai selama musim kemarau, tak menurunkan aktivitas cabor arung jeram dalam melanjutkan pembinaannya. Latihan bersama tetap digeber meski berada di medan tenang. Seperti yang terlihat kala atlet dari tiga daerah berlatih bersama di sungai Ngotok, area Jembatan Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Minggu (12/9). Arus sungai yang tenang justru dinilai efektif dalam mengasah skill atlet menuju kejuaraan.

Ketua Harian Pengkab FAJI Mojokerto, Arif Kustanto mengatakan, pilihan sungai Ngotok sebagai lokasi latihan bersama atlet dari Mojokerto, Gresik dan Surabaya itu tak lepas dari sarana dan prasarana yang mendukung.

Keberadaan dermaga serta bantaran sungai yang luas cukup memfasilitasi atlet dalam berlatih keras. ’’Karena di sana (sungai Ngotok, Red), ada lahan untuk camp. Lalu dermaga juga membantu efektivitas latihan atlet,’’ tandasnya.

Baca juga: Labkesda Kota Mojokerto Layani 115 Lembaga dari Berbagai Daerah

Meski aliran sungai Ngotok terbilang tenang. Namun hal itu tak mengurangi esensi arung jeram. Justru arus tenang bisa dijadikan medan untuk mengasah kemampuan, khususnya di nomor head to head. Di mana, kecepatan dan kekuatan atlet dalam menjalankan perahu karet bisa dipacu lebih tinggi lagi. ’’Head to head justru bisa dilakukan di arus tenang. Lokasinya sangat cocok untuk latihan kejuaraan,’’ tambahnya.

Arif tak memungkiri, topografi wilayah Kabupaten sisi selatan yang berupa pegunungan sangat potensial dijadikan medan arung jeram. Bahkan, tiga sungai berarus besar biasa dijadikan lokasi latihan bagi cabor petualangan tersebut.

Akan tetapi, situasi kemarau yang melanda beberapa bulan terakhir cukup mereduksi derasnya aliran dan arus sungai. Sehingga sulit untuk digunakan sebagai sarana latihan secara efektif. ’’Kita ada Sungai Kromong, Pacet, Sungai Pikatan, Gondang, dan Sungai Brangkal, Jatirejo, termasuk Dam Mlirip. Tapi saat kemarau begini, arus sungainya menjadi dangkal,’’ pungkasnya.

Latihan bersama kemarin diikuti 16 atlet dari tiga daerah, yakni Mojokerto, Gresik dan Surabaya. Mereka menjalani latihan untuk persiapan menuju Kejurprov arung jeram pemula Jatim yang akan digeber Maret tahun depan. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya