alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Honda CB 100-K3, Diburu karena Klasik

13 September 2021, 12: 10: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

Desain yang sangat klasik, membuat Honda CB 100-K3 menjadi perburuan para pencinta motor lawas. (IMRON ARLADO/RADARMOJOKERTO)

Honda CB masih menjadi perburuan kolektor. Selain desainnya yang klasik, motor ini juga dikenal memiliki perangkat yang kuat. Bukan plastik seperti motor yang keluar di era kekinian.

Meski menjadi perburuan, tetapi motor ini tak banyak dibiarkan keantikannya. Seperti yang dilakukan Filla Muji Utomo. Mantan Kepala Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, ini memiliki sejumlah koleksi CB. Di antaranya, CB 100 K3. Motor ini dirakit tahun 1978.

Meski tua, tetapi generasi keempat Honda CB ini, tak dibiarkan begitu saja. Sejumlah perangkat diubahnya. Seperti bagian kaki-kaki hingga mesin. ’’Saya pakai mesin Tiger,’’ katanya.

Baca juga: Gelar Vaksinasi Covid-19, Sasar 750 Warga

Bukan tanpa alasan mencangkokkan mesin Tiger ke CB miliknya. Filla mengaku, mesin Tiger memiliki daya maksimum hingga 16,46 HP/ 8.500 rpm dan torsi maksimum 1.60 kgf.m/7.000 rpm. ’’Karena kebutuhan touring,’’ imbuhnya.

Meski menggunakan ’’jerohan’’ Tiger, tetapi Filla tetap menolak menerapkan double starter. Sistem menyalakan motor yang hanya cukup dengan memencet tombol. ’’Biar kelihatan klasiknya. Harus dipertahankan,’’ jelas dia.

Dengan mengganti mesin, ia sudah berulang-ulang melakoni touring jarak jauh. Bahkan, dengan motor ini, Filla pernah mengaspal hingga Kilometer 0, Sabang, Aceh. Untuk menempuh jarak itu, ia membutuhkan waktu hingga 3 bulan.

Tak hanya mesin yang menjadi andalan CB. Filla menuturkan, meski sudah renta, tetapi kendaraan ini sangat stabil. Beban yang berat di kendaraan ini, dimungkinkan menjadi alasan yang cukup relevan. ’’Tentunya, memang butuh perawatan yang berbeda. Motor antik, tidak bisa dibandingkan dengan perawatan motor baru. Ada seni tersendiri,’’ bebernya.

Filla mencontohkan, untuk membangun CB miliknya hingga mampu menempuh jarak jauh, motornya harus menginap di bengkel andalannya hingga beberapa bulan. Ia sendiri, mempercayakan montir dari kawasan Gresik. 

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya