alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Gagal Nikah, Gadis Ini Nyebur Brantas

13 September 2021, 11: 15: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

FRUSTASI: Korban ditemukan hanyut di Sungai Brantas Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, disinyalir karena depresi setelah gagal menikah. (MARTDA VADETYA/radarmojokerto.id)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto - Sesosok perempuan ditemukan mengambang di aliran Sungai Brantas, di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Minggu (12/9).  Diduga, gadis berumur 21 tahun ini berniat bunuh diri lantaran depresi yang alami.

Adalah Elsa Safira, 21. Warga Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian ini kali pertama ditemukan warga dalam kondisi pingsan di sisi barat jembatan Sungai Brantas Desa Ngrame, pukul 08.00.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengatakan, Elsa yang ditemukan mengambang di Sungai Brantas dalam kondisi pingsan itu sedang dalam tekanan. Hal itu sesuai dengan keterangan ibu korban, Eni Mugianti saat membesuk anaknya di Puskesmas Prambon. ”Dari keterangan ibu korban korban, dia (Elsa) mengalami depresi karena tidak jadi menikah pada tahun 2020,” sebutnya.

Baca juga: Vaksinasi Bumil hingga Gratiskan Rapid Test Antigen

Korban ditemukan di aliran sungai brantas, di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Minggu (12/9).

Korban ditemukan di aliran sungai brantas, di Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Minggu (12/9). (MARTDA VADETYA/radarmojokerto.id)

Sejak gagal menikah tahun lalu, korban sering marah-marah dan berprilaku kekanak-kanakan. ”Melihat perubahan pada korban, pihak keluarga mengirimkan korban ke Pondok Sunan Kalijaga di Tapen, Kabupaten Jombang. Kemudian pada bulan Juni lalu (2021) korban sudah pulang dari pondok,” beber Andaru.

Hanya saja, saat ini pihaknya masih belum memastikan alasan korban nekat menceburkan dirinya ke aliran Sungai Brantas tersebut. Sebab, kondisi korban masih lemah sehingga belum memungkinkan untuk dimintai keterangan. ”Dia (Elsa) masih dalam perawatan. Jadi belum bisa dimintai keterangan. Masih sebatas dari pihak keluarga saja,” tukas mantan Kasatreskrim Polres Malang itu.

Andaru mengatakan, sebelum korban ditemukan warga sekitar dalam kondisi tak sadarkan diri itu, korban pamit hendak ke rumah temannya sekitar pukul 15.00 Sabtu (11/9). Saat pamit, korban membawa tas berisi KTP dan dompet.

Sementara itu, ujar Riyanto, 69, warga di sekitar lokasi penemuan gadis itu, menceritakan, saat ditemukan, korban dalam kondisi lemah. Lokasi korban mengapung yang hanya sekitar dua meter dari bibir sungai. Lokasi ini membuat warga dengan mudah mengangkat ke daratan.

Warga lantas memberikan pertolongan pertama pada gadis nahas tersebut. Saat itu korban tengah mengenakan pakaian lengkap. Mengenakan jaket warna hijau, pakaian, celana, dan sepatu warna hitam. ’’Tadi sempat dikasih pertolongan pertama sama warga setelah tahu kalau korban masih bernapas dan berkedip. Karena nggak ada perubahan, langsung dibawa ke Puskesmas Prambon,’’ sebutnya.

Riyanto mengatakan, sehari sebelumnya, Sabtu (11/9) pukul 17.00, korban tampak mondar-mandir seorang diri di sekitar lokasi. Riyanto mengaku sempat berkomunikasi dengan korban. Perempuan itu mengaku tengah menunggu rekannya. Walaupun lokasi tersebut merupakan kebun tebu. ’’Dia (korban) ngomong mau numpang ke WC. Tapi di sini nggak ada, saya siapkan saja air di bak. Korban ngaku sedang nunggu temannya, tapi dia ndak bawa tas," ungkapnya. 

(mj/VAD/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya