alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Puluhan Kamar Karantina Kosong, Pemkot Tetap Siagakan Isoter

06 September 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

LONGGAR: Salah satu tempat isoter Kota Mojokerto Rusunawa Cinde mulai mengalami penurunan tingkat keterisian dengan menyisakan 6 pasien per Minggu (5/9). (RIZAL AMRULLOH/radarmojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tren penurunan kasus Covid-19 di Kota Mojokerto membuat keterisian dua tempat isolasi terpusat (isoter) lowong. Meski demikian, baik Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde dan Badan Diklat (Bandiklat) Sekarputih tetap disiagakan hingga akhir tahun nanti.

Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto drg Citra Mayangsari mengungkapkan, tingkat keterisian dua isoter telah jauh menurun. Dalam sebulan terakhir, keterpakaian ranjang berangsur menurun cukup signifikan.

Seperti di isoter Rusunawa Cinde, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon. Per Minggu (5/9), dari 64 kamar isolasi di gedung empat lantai itu, 56 ranjang dalam kondisi kosong. ’’Tingkat keterisiannya sudah 9,3 persen. Karena di rusunawa hari ini (kemarin, Red) tersisa 6 pasien,’’ ulasnya.

Baca juga: Tiap Hari, Gelontor 16 Ribu Liter Air Bersih ke Kunjorowesi

Padahal, gedung isolasi itu sebelumnya hampir selalu penuh dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan bergejala ringan. Namun, sejak periode awal Agustus lalu grafik keterisian warga yang menjalani karantina berangsur menurun hingga pekan pertama September ini.

Begitu pun dengan isoter di Bandiklat Sekarputih, Kecamatan Magersari. Bahkan, tingkat ketersiaiannya kemarin menyentuh 7,14 persen saja. Sebab, dari total kapasitas 28 kamar isolasi, hanya dua tempat tidur saja yang terisi pasien.

Sehingga, lanjut Citra, total kamar kosong di dua isoter Kota Mojokerto kini sebanyak 82 bed atau dengan tingkat keterisian hanya 8,69 persen. ’’Karena di dua isoter terisi 8 pasien dari kapasitas 92 (tempat tidur),’’ ulas mantan Kepala Puskesmas Wates, Kota Mojokerto ini.

Kendati begitu, Dinkes P2KB Kota Mojokerto belum berencana menonaktifkan salah satu dari isoter tersebut. Citra menyebutkan, keduanya bakal tetap disiagakan. Begitu pun dengan tenaga kesehatan (nakes) yang juga diminta bertugas di Rusunawa maupun Bandiklat.

Paling tidak, keberadaan dua isoter itu tergantung perkembangan kasus Covid-19 Kota Mojokerto di triwulan terakhir 2021 ini. Jika kasus tetap terkendali, tidak menutup kemungkinan gedung karantina akan dipusatkan lagi ke Rusunawa Cinde. Dengan catatan mendapat restu Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari selaku Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Ika Puspitasari. ’’Sampai sekarang keduanya masih disiagakan. Kita lihat akhir tahun ini, jika menurun terus mungkin cukup satu isoter yang dipakai,’’ pungkasnya.

Sementara itu, persebaran Covid-19 di Kota Mojokerto per Minggu (5/9) trennya relatif melandai. Yakni dengan tambahan 4 kasus baru konfirmasi positif Covid-19. Di sisi lain, angka recovery rate meningkat setelah terdapat tambahan 29 orang dinyatakan sembuh. Sedangkan kasus meninggal dunia tetap tidak berubah dengan jumlah 236 kasus.

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya