alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Latte Art Tak Sekadar Pemanis

28 Agustus 2021, 12: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

Latte art tak punya fungsi khusus pada rasa kopi. Namun, penikmat akan jauh lebih eksklusif. (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

Latte art merupakan sajian eksklusif dari sejumlah varian seduhan kopi. Sebab, unsur seni yang mempercantik secangkir kopi itu hanya bisa disuguhkan dalam beberapa menu kopi saja. Sehingga, dianggap nilai prestise tersendiri bagi penikmatnya. Apalagi, pattern yang disuguhkan cantik nan menarik.

M Khafid, 27, barista Budaya Kopi, mengatakan, tak semua varian seduhan kopi menggunakan campuran foam hasil susu segar yang disteam tersebut. Sebab, hanya sebagian seduhan kopi saja yang menggunakan campuran steamed milk tersebut.

Di antaranya espresso based. ”Sejauh ini yang latte art itu biasanya ada di mocha latte, cappuccino, sama caffe latte. Padahal ada satu lagi menu yang pakai latte art juga, tapi disini masih jarang yang tahu. Namanya piccolo latte,” ujarnya.

Baca juga: Gelar Vaksinasi Santri dan Pekerja

Latte art tak punya fungsi khusus pada rasa kopi. Namun, penikmat akan jauh lebih eksklusif.

Latte art tak punya fungsi khusus pada rasa kopi. Namun, penikmat akan jauh lebih eksklusif. (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

Dijelaskannya, latte art sendiri tak punya fungsi khusus pada rasa kopi. Tak lain hanya sebagai pemanis atau pemikat konsumen agar lebih bergairah menyeruput secangkir kopi. Meski begitu, lantaran juga sebagai salah satu seni yang ada dalam secangkir kopi, butuh keahlian khusus guna menelurkan karya tersebut. ”Sebenarnya cuma pemanis saja, supaya makin tertarik untuk minum kopi. Tapi jelas butuh keahlian khusus buat bikin latte art,” ungkapnya.

Latte art terbagi menjadi dua jenis. Yakni latte art 2D dan 3D. Namun, para barista maupun penyeduh kopi wajib menguasai basic pattern yang terbagi menjadi sembilan karakter atau gambar. Mulai dari hati, rosetta, hingga tulip. Seni menghias di atas kopi itu biasa umumnya dilakunan dengan teknik free pour dan etching. ”Sebenarnya latte art ini kita main suhu dan putaran, jadi foam ini yang akhirnya membentuk gambar atau karakter itu. Tapi akhir-akhir ini muncul latte art printing, pakai alat semacam printer,” bebernya.

Latte art printing sendiri belakangan kerap kita jumpai berwujud karakter wajah seseorang layaknya foto maupun sesuai permintaan konsumen. Tak pelak, kini penikmat kopi latte art hasil karya manual punya nilai plus lantaran butuh keahlian khusus terlepas dari mesin.

Hanya saja, Khafid mengakui, tujuan utama setiap seduhan kopi untuk memenuhi kebutuhan lifestyle dan passion. ”Bisa dikatakan latte art manual mempengaruhi kelas penikmatnya karena ada nilai seni hasil sentuhan tangan langsung baristanya. Apalagi mereka (penikmat kopi) menunjukkan eksistensinya dengan memfoto dan menguploadnya di media sosial,” tukasnya. 

(mj/VAD/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya