alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Latte Art

Seruput Perlahan dan Nikmati Sensasinya

28 Agustus 2021, 11: 16: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWA POS RADAR MOJOKERTO

Menjaga latte art juga bisa diartikan sebagai bentuk apresiasi kepada sang barista. (SOFANKURNIAWAN/radarmojokerto.id)

Salah besar jika menganggap latte art hanya sebagai bonus dari seduhan campuran espresso dan susu yang berkualitas. Bagi para penikmatnya, coffee latte sudah menjadi simbol ungkapan perasaan yang sedang dijalani. Tak heran, jika mereka mengartikan menjaga foam latte art hingga tetes terakhir adalah sebuah esensi.

Akan tetapi, tidak semua latte art bisa bertahan sampai dasar cangkir terlihat. Ketahanan gambar dari foam latte tergantung dari seberapa canggih sentuhan tangan barista dalam menyajikan espresso dan susu yang melebur dengan sempurna.

Akan tetapi, bagi sebagian besar penikmat, citarasa coffee latte semakin perfect ketika meneguknya dari pinggir cangkir secara perlahan. Sehingga tidak akan mengganggu stabilitas foam latte art di atasnya. Meminumnya pun hanya dari satu titik pinggir cangkir saja. Sungguh sebuah perilaku yang layak diapresiasi.

Baca juga: Gaungkan Sadar Pajak ke Generasi Muda Sebagai Bentuk Bela Negara

Citarasa coffee latte semakin perfect ketika meneguknya dari pinggir cangkir secara perlahan.

Citarasa coffee latte semakin perfect ketika meneguknya dari pinggir cangkir secara perlahan. (SOFAN KURNIAWAN/radarmojokerto.id)

’’Kan tidak hanya menikmati minumannya, tapi juga ikut melebur dalam bentuk latte art-nya itu yang justru menambah mood,’’ terang penikmat coffe latte asal Kelurahan/Kecamatan Magersari, Rizki Normalinda Saputri.

Kiki, sapaan akrabnya, mengibaratkan meminum latte art seperti menungkapkan perasaan. Khususnya saat sedang happy. Bahkan, wanita 29 tahun ini sempat keranjingan coffee latte dengan sentuhan artistik saat dibuai fall in love.

Hampir setiap hari, ukiran foam berbentuk bunga tulip dan guratan wajahnya selalu menghiasi cangkir kopi yang ia pesan. Ia juga tak luput meng-upload ke media sosial untuk menyempurnakan kebahagiaan yang ia rasakan. ’’Lihat bentuk-bentuk art-nya justru tambah happy. Kaya merasa bahagia terus, yang kemudian diunggah ke sosmed. Upload-nya juga nggak perlu pakai caption, beberapa orang sudah bisa menerka itu ungkapan apa,’’ tandasnya.

Tak hanya itu. Menjaga latte art juga bisa diartikan sebagai bentuk apresiasi kepada sang barista. Sebab, tak dipungkiri, menciptakan latte art butuh konsentrasi tinggi agar tercipta harmoni gambar hasil dari halusnya sentuhan tangan sang barista. ’’Kita juga harus bisa peduli terhadap yang membuatnya. Karena coffee latte bukan sekadar menyampur kopi dan susu biasa,’’ pungkasnya. 

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya