alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle
Modjo Coffee

Kepincut Kopi Nusantara

09 Agustus 2021, 15: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pengolahan kopi pilihan sebelum melalui proses roasting.

Pengolahan kopi pilihan sebelum melalui proses roasting. (Martda/Radar Mojokerto)

Dalam dunia kopi, bisa dikatakan jadi coffee roaster bukanlah perkara mudah. Harus paham betul bagaimana cara menghidupkan green bean. Meski begitu, karena benar-benar jatuh hati pada kopi nusantara, Satdili Pujianto, lantas mendirikan kedai kopi Modjo Coffee.

YA, kedai kopi berlokasi di Perumahan Citra Surodinawan Estate (CSE), Jalan Suromulang Dalam No 3, Kecamatan Prajurit Kulon ini berangkat dari produk-produk roasting kopinya. Satdili mulai mendalami ilmu coffee roaster sejak 2017 lalu. Itu pun karena tak sengaja.

Berawal dari ngopi bareng teman-temannya yang berujung pada profesi yang digelutinya kini. ”Waktu ke rumah teman disuguhi kopi. Tapi, kok rasanya beda, ternyata itu arabika flores. Dari situ, saya mulai tertarik, karena kopi nusantara ini beragam jenis dan asalnya,” ungkapnya.

Baca juga: Uang Korupsi PNPM Mandiri Perdesaan untuk Taruhan Judi

Kopi dengan manis gula aren dan susu siap disajikan kepada pelanggan.

Kopi dengan manis gula aren dan susu siap disajikan kepada pelanggan. (Martda/Radar Mojokerto)

Sehingga, mantan karyawan salah satu perusahaan di Sidoarjo memutuskan untuk terjun ke dunia kopi. Yakni, dengan mengikuti sejumlah pelatihan tentang perkopian. Seperti yang digelar Filosofi Kopi Jogja 2017 silam.

Usai menimba ilmu, Satdili memutuskan mendirikan Modjo Coffee pada 2019 silam. Kedai kopi sederhana yang berada di rumahnya. Dengan tangan dinginnya, kopi lokal Mojokerto bisa dicicipi pecinta kopi di luar daerah.

”Kopi lokalnya sendiri kebanyakan dari wilayah Trawas dan Jatirejo. Kita juga sering kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mojokerto, untuk mengangkat kopi-kopi lokal ini,” terangnya sembari menunjukkan biji kopi arabika asal Trawas.

Meski begitu, Satdili tak melupakan sejumlah biji kopi nusantara lainnya. Puluhan jenis biji kopi dari penjuru negeri pun diolahnya. Mulai dari kopi Aceh gayo, kopi mandailing, hingga kintamani. ”Dulu sempat juga ngolah kopi dari wilayah Papua, tapi karena peminatnya minim, ya akhirnya mandek,” sebutnya.

Dia juga kerap mamasok sejumlah pelanggan di luar daerah mulai dari Jawa Tengah, Tangerang, hingga Balikpapan. ”Paling sering saya kirim ke Tangerang dan Jawa Tengah itu. Rata-rata mereka memang home brewer (pembuat kopi rumahan untuk konsumsi pribadi),” imbuhnya.

Produk olahan kopi nusantaranya yang paling diburu pembeli adalah kopi Aceh gayo dan kopi toraja. Tak hanya fokus pada roasting biji kopi, kedai kopinya pun menyajikan sejumlah minuman kopi. Yang paling banyak diincar pelanggan adalah es kopi susu gula aren.

Menu berbahan dasar kopi blend arabika dan robusta yang diproses secara cold brew itu terasa segar lantaran dikombinasi dengan susu UHT dan gula aren yang disajikan dingin. Apalagi, jika diminum di tengah teriknya siang, tentu akan mengobati dahaga yang mendera.

Minuman es kopi itu dibanderol Rp 15 ribu per gelas. Namun, meski dicampuri sejumlah bahan lainnya, rasa bitter khas kopi blend terasa nendang. Aftertaste khas kopi olahan cold brew tak kalah dominan. ”Untuk cold brew-nya saya proses antara 12 jam sampai 24 jam. Tergantung, kekuatan rasanya, mau kita buat seperti apa,” tukasnya. (vad/ris)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP