alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Uang Korupsi PNPM Mandiri Perdesaan untuk Taruhan Judi

09 Agustus 2021, 13: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Suryawati merunduk saat akan dibawa petugas Polres Mojokerto Kota menuju Polsek Prajurit Kulon untuk menjalani tahanan.

Suryawati merunduk saat akan dibawa petugas Polres Mojokerto Kota menuju Polsek Prajurit Kulon untuk menjalani tahanan. (Martda/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong, Suryawati, 53, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi. Itu setelah dia diperiksa selama sembilan jam oleh Unit II Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim Polres Mojokerto Kota Sabtu (7/8).

Bahkan, dalam prosesnya, sempat diwarnai isak tangis histeris Suryawati, lantaran menolak saat dijebloskan ke sel tahanan. Hasil gelar perkara menunjukkan, dia diduga turut serta melakukan tindak pidana korupsi dengan menggelapkan dana simpan pinjam dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Desa Sumberwuluh tahun 2017.

Akibatnya, negara mengalami kerugian hingga ratusan juta. Tersangka diperiksa penyidik unit II tipikor satreskrim. Pemeriksaan pun berlangsung hingga sembilan jam. Saat diperiksa, tersangka sempat menangis histeris lantaran menolak ketika akan dijebloskan ke penjara.

Baca juga: Potong Kerumunan, Bupati Layani Bansos Drive Thru

”Penyidik (tipidkor) telah melakukan pemeriksaan dan menetapkan S (Suryawati) sebagai tersangka dalam perkara (dugaan) korupsi penyalahgunaan dana dari program PNPM yang berasal dari APBN tahun 2014,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mojokerto Iptu Hari Siswanto.

Dia menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka dengan menarik seluruh dana PNPM yang telah disalurkan oleh pemerintah untuk digunakan simpan pinjam pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK).

Berikutnya, dana yang ditarik tersangka dari anggota PKK itu, diserahkan kepada Riyantono, 43, mantan Kepala Desa Sumberwuluh, Kecamatan Dawarblandong periode 2013-2019. Untuk diketahui, Riyantono kini statusnya juga sebagai tersangka. Hanya saja, dia terjerat kasus berbeda. Yakni, dugaan korupsi proyek fiktif dana desa (DD) senilai Rp 274 juta.

Riyantono ditetapkan sebagai tersangka korupsi DD oleh Satreskrim Polres Mojokerto Kota yang telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, pada 24 Maret lalu. Kini, Riyantono sudah ditahan di Lapas Kelas II-B Mojokerto.

”Terjadi kesepakatan antara tersangka S dan tersangka R, agar menyerahkan dana PNPM untuk PKK sebesar Rp 871 juta pada tahun 2017-2018,” jelasnya. Dia menambahkan, kepada penyidik  Suryawati mengaku dalam kasus tersebut, dia berperan menarik dana PNPM untuk simpan pinjam PKK Desa Sumberwuluh atas perintah Riyantono mantan kades.

Di mana diketahui, Riyantono adalah adik kandung Suryawati.  ”Sampai sekarang tersangka tetap mengaku tidak menikmati (uang korupsi tersebut). Yang menikmati adalah tersangka Riyantono (adik Suryawati/mantan Kades Sumberwuluh). Tersangka Suryawati terjerat karena memberikan kesempatan dalam kejahatan korupsi,” tambah Hari.

Kini, untuk sementara Suryawati ditahan di penjara wanita Polsek Prajurit Kulon. Oleh polisi dia dijerat UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun.

”Kasus tindak pidana korupsi dana PNPM Desa Sumberwuluh ini, kami terus melakukan pengembangan. Karena (ada) potensi keterlibatan pelaku lain,” tuturnya. Hari menambahkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap Riyantono. Hasilnya, dia mengakui, telah menikmati uang dugaan korupsi dana PNPM tersebut untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, uang dugaan korupsi tersebut digunakan untuk taruhan berjudi. ”Tersangka R (kini) berada di lapas, (karena) kasus yang berbeda. Dia mengakui perbuatannya, uangnya (dugaan korupsi) buat judi,” tandasnya. (vad/ris)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya