alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Korban Kecelakaan Tetap Diprioritaskan

24 Juli 2021, 09: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

jawapos.radarmojokerto.com

AGAR TAK TERULANG : Petugas PMI Kabupaten Mojokerto saat tengah mencari bantuan RS untuk korban laka beberapa waktu lalu. (PMI for JAWAPOSRADARMOJOKERTO)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penolakan penanganan korban kecelakaan lalu lintas oleh sejumlah rumah sakit (RS) di Kabupaten Mojokerto, direspon aparat kepolisian. Korps berseragam cokelat ini menunjuk tiga rumah sakit swasta. Kerjasama tersebut bertujuan agar pihak RS memprioritaskan pasien korban kecelakaan.

Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto IPTU J.Wihandoko menjelaskan, upaya penanganan korban laka telah dilakukan dengan melakukan koordinasi terhadap sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Di antaranya di RS Dian Husada untuk wilayah Sooko, RS Sidowaras untuk wilayah Bangsal, dan RS Kartini unutk wilayah Mojosari. ”Kami sudah berkoordinasi dengan tiga rumah sakit ini. Supaya ketika nantinya ada korban laka lagi bisa segera mendapat penanganan,” ujarnya.

Baca juga: Smooting, Tak Sekadar Lurus Natural

Meski begitu, pihaknya meminta agar masyarakat bisa saling memahami terkait kondisi di sejumlah rumah sakit ini. Lantaran pihak rumah sakit memiliki sejumlah prosedur dan pertimbangan terkait penanganan pasien. Apalagi saat ini masih dalam pandemi Covid-19 dimana penyebaran Covid-19 di Bumi Majapahit relatif tinggi. ”Tetap kami upayakan agar korban laka ini bisa ditangani. Namun perlu diingat, pihak rumah sakit juga punya tahapan dan pertimbangan tersendiri,” ungkapnya.

Tak sampai di situ. Kepolisian juga bakal memanggil sejumlah pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut dengan serius. Bahkan, tak menutup kemungkinan, kepolisian bakal menyediakan instalasi hingga rumah sakit darurat untuk penanganan awal bagi korban laka. ”Insyallah kami akan lakukan sejumlah terobosan dan inovasi terkait penanganan korban laka itu. Yang jelas Selasa  (27/07) depan sudah kami jadwalkan untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, dan sejumlah rumah sakit yang punya MoU dengan kami,” papar Handoko.

Handoko tak menampik, bila sebelumnya terjadi beberapa kali insiden penolakan penanganan korban laka di wilayah hukum Polres Mojokerto. Sejumlah rumah sakit yang menjadi jujukan korban laka yang dievakuasi relawan tersebut berdalih tengah overload . Lantaran kasus pasien rumah sakit sudah penuh oleh pasien Covid-19. ”Sesuai data kami ada dua kali kejadian. Pertama yang dialami oleh petugas PMI Kabupaten Mojokerto waktu mengevakuasi korban kecelakaan di Puri. Kedua, yang dialami oleh Relawan ISM saat mengevakuasi korban kecelakaan beberapa hari lalu,” paparnya.

Pihaknya berharap, tak terjadi lagi penolakan pada korban laka yang  membutuhkan penanganan medis dalam waktu cepat. ”Waktu menerima laporan (penolakan) itu, kami terus langsung koordinasikan dengan rumah sakit lainnya agar segera ada tindakan. Apalagi ini bersangkutan dengan keselamatan korban laka itu juga,” tandas Handoko. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya