alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Korban Kecelakaan Lalu Lintas Sulit Temukan RS

23 Juli 2021, 09: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

EVAKUASI: Petugas PMI Kabupaten Mojokerto tengah berkeliling mencari bantuan RS untuk korban kecelakaan lalu lintas, Rabu (21/7). (DIDIK for radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kesulitan mencari kamar inap, tak hanya dirasakan oleh penderita Covid-19. Namun, korban kecelakaan lalu lintas (laka) pun juga mengalami hal serupa. Alih-alih mendapat pertolongan pertama, berbagai rumah sakit justru menolak dengan alasan IGD sedang penuh.

Kasi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto Didik Soedarsono memaparkan, ia sudah mengalami insiden penolakan korban kecelakaan lalu lintas sebanyak dua kali.

Peristiwa tersebut terjadi sejak awal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. ”Rabu (21/7), yang kedua kalinya. Ada korban kecelakaan di Kecamatan Puri. Pria ini sudah kondisinya kritis, bahkan ada cedera di bagian kepala, tapi terpaksa bertahan dalam ambulan berjam-jam,” jelasnya.

Baca juga: 90 Tempat Usaha Dijatuhi Peringatan

Selama perjalanan evakuasi, Didik mencoba menghubungi sebanyak enam rumah sakit di Mojokerto. Namun, hasilnya nihil. Tak ada sama sekali rumah sakit yang bersedia menerima korban laka tersebut. Lantaran, pihak rumah sakit beralasan kondisi ruangan di IGD sudah penuh dan tidak bisa menampung pasien. ”Bahkan, ada juga rumah sakit yang sudah kita telepon selama perjalanan tapi tidak ada respon sama sekali,” terangnya.

Usai keliling berjam-jam, Didik menuturkan, korban tersebut berhasil mendapatkan rumah sakit. Itu pun setelah melakukan negosiasi dengan salah satu rumah sakit swasta di kecamatan Sooko. Kendati sudah mendapatkan rumah sakit, namun korban harus menunggu petugas dalam waktu cukup lama.

Sebab, petugas RS masih bersiap-siap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) sebelum menangani pasien tersebut. ”Sampai-sampai korban ini terjatuh dari atas bed ambulan karena gelisah dan kesakitan. Apalagi saat yang bersamaan kita juga diminta untuk melakukan pemulasaraan jenasah,” sebutnya.

Dirinya berharap, dengan adanya hal ini, pihak terkait bisa memberikan fasilitas tersendiri terhadap korban kecelakaan atau warga yang mengalami sakit non-Covid-19. Selama pandemi ini, pihaknya bersama dengan tim medis di lapangan harus berpindah-pindah rumah sakit untuk memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan maupun korban sakit lain. ”Kita maklum juga karena ada pasien Covid-19. Dan saya harap semoga ini tidak terjadi kembali. Bukan soal apa-apa. Tapi ini tentang kemanusiaan,” tandasnya. (oce)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya