alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

90 Tempat Usaha Dijatuhi Peringatan

22 Juli 2021, 08: 50: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

DI-WARNING: Petugas gabungan dari satpol PP dan dinas terkait memasang stiker peringatan di kantor koperasi di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto yang tidak menerapkan physical distancing. (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pelaku usaha mendapat peringatan karena dinilai melanggar aturan PPKM darurat. Dua minggu terakhir, Satpol PP Kota Mojokerto sudah mengeluarkan 90 stempel peringatan kepada warung kopi hingga koperasi yang melanggar jam operasional maupun mengundang kerumunan.

Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono mengatakan, razia terhadap pelanggar protokol kesehatan (prokes) terus dilakukan melalui operasi yustisi dengan menyasar pelanggar yang berkerumun di tempat umum dan tidak memakai masker ketika keluar rumah.

Selama PPKM darurat ini, razia turut menyasar para pelaku usaha supaya mematuhi aturan yang ditentukan. Hasilnya, selama dua minggu penindakan, mulai Selasa (6/7) hingga Senin (19/7), didapati puluhan pelaku usaha yang melanggar PPKM darurat. Sedikitnya sudah 90 tempat usaha dijatuhi peringatan. Pelaku usaha sudah menerima stiker peringatan pertama itu meliputi UMKM dan PKL, termasuk warkop, warung makan, restoran, kafe, salon, minimarket, hingga koperasi. ”90 tempat usaha ini ditempeli peringatan, bahwa dia melanggar aturan,” katanya.

Baca juga: Status Gila Baru Capai 241 Orang

Stiker itu menyebutkan pemilik usaha melanggar Perwali Nomor 47 Tahun 2020 dan Perwali Nomor 50 Tahun 2020, serta Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Mojokerto Nomor 433.33/911/417.508/2021. Dalam stiker itu juga dijelaskan, jika melanggar lagi akan dikenai sanksi paling berat berupa pencabutan izin hingga penutupan usaha.

Jenis pelanggaran yang dilakukan itu bervariasi. Mulai dari pelanggaran beroperasi di atas jam 20.00, melayani makan di tempat, hingga tidak menerapkan physical distancing atau jaga jarak dengan memberi tanda silang di kursi tunggu. Dodik menegaskan, jika pelaku usaha kembali melanggar, peringatan kedua bakal diberikan. Hal ini berlaku tiga kali. ”Peringatan ini dilakukan tiga kali. Jika masih kedapatan melanggar maka terpaksa diberi sanksi tegas penutupan,” terang Dodik.

Sejauh ini, lanjut dia, hampir seluruh tempat yang mendapat peringatan pertama ini sudah tidak lagi berani melanggar. Hanya terdapat satu pelaku usaha di Lingkungan Kedungsari, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari yang mendapat peringatan dua kali. ”Pengawasan ini dilakukan dengan partoli rutin untuk memastikan pelaksanaan PPKM darurat berjalan maksimal dengan harapan persebaran Covid-19 bisa ditekan,” jelasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya