alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Hindari Lockdown, IGD Berlakukan Sistem Buka Tutup

22 Juli 2021, 10: 40: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

KRISIS: Untuk mensiasati minimnya tenaga kesehatan, RSUD Prof. Dr Soekandar Mojosari menerapkan sistem buka tutup di IGD. (RIZAL AMRULLOH/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Ruang IGD RSUD Prof dr Soekandar memberlakukan sistem buka-tutup. Kapasitas pasien yang tak kunjung turun dan tenaga kesehatan (nakes) yang terbatas menjadi salah satu alasannya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Prof dr Soekandar Mas’ulah mengatakan, hingga Rabu (21/7), nakes yang terpapar terus bertambah. Dua pekan lalu, tercatat 34 nakes dinyatakan positif Covid-19. Lalu, kini total keseluruhan nakes yang dinyatakan terkonfirmasi ada 54 orang. ”Itu sebagian ada yang isoman dan ada yang dirawat,” terangnya.

Dikatakannya, pihak manajemen memberlakukan sistem buka tutup sebagai salah satu solusi menghindari lockdown. Pemberlakuan buka tutup IGD sendiri, untuk menyiasati SDM nakes yang masih sehat.

Baca juga: 56 Komunitas Serentak Bagikan 700 Paket Kurban

Selain itu, Mas’ulah juga memaparkan, pihak manajemen rumah sakit tak bisa memberlakukan sistem inden lantaran kamar ruangan selalu terisi dengan cepat. ”Jadi sistemnya kalau masih penuh, ya tidak kita terima dulu. Tapi kalau ada pasien di IGD yang dipindah ke ruang perawatan, maka kekosongan di IGD bisa langsung diisi pasien baru. Kami sudah mengupayakan dengan keterbatasan nakes juga,” ungkap dia.

Selain akibat keterbatasan nakes dan tempat tidur, ketersediaan oksigen juga sangat terbatas. Pasalnya, oksigen hanya bisa digunakan untuk pasien yang sudah masuk ruang perawatan isolasi. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menerapkan sistem inden.

Pengisian oksigen sendiri, sambungnya, hingga kini masih mengalami keterlambatan. ”Ya masih sama kondisinya. Oksigen terbatas sekali, jadi tidak mungkin kita menerima tapi sementara mereka harus menunggu. Nanti malah memperburuk kondisi pasien,” tukasnya. (oce)

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya