alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Polisi Waspadai Kartu Vaksin Palsu

21 Juli 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

CEK SURAT-SURAT: Petugas memeriksa pengendara yang melintas di exit tol Penompo, Kecamatan Jetis, Selasa siang (20/7). (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah kendaraan yang melintas di pos penyekatan exit tol Penompo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto terus mengalami penurunan. Kendati demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan surat perjalanan secara ketat dan jeli. Termasuk syarat kartu vaksin untuk mengantisipasi potensi pemalsuan dokumen.

Selasa siang (20/7), seluruh kendaraan yang keluar gerbang tol menuju Mojokerto diperiksa secara seksama. Di antaranya, dua mobil pribadi terpaksa balik kanan karena pengendara tidak bisa menunjukkan kartu vaksin. Mereka juga tidak membawa hasil rapid antigen maupun PCR. ”Pelat nomornya luar daerah dan karena tidak ada alasan mendesak, sehingga harus kami putar balik,” ungkap perwira pengendali pos penyekatan exit tol Penompo, Jetis, Ipda Herry Purwanto.

Dia mengatakan, dua minggu lebih penyekatan, volume kendaraan yang melintas mengalami penyusutan drastis. Namun, pihaknya terus melakukan pemeriksaan secara ketat. Yakni, memastikan para pengendara telah melengkapi syarat perjalanan yang ditentukan. ”Kesadaran warga untuk vaksin sudah tinggi. Dan itu salah satu tujuan dari PPKM darurat,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Gencarkan Tracing Covid-19 Door-to-Door

Pemeriksaan ketat terlebih dilakukan terhadap kartu vaksin. Baik yang berupa link maupun sertifikat vaksin yang dicetak, serta kartu vaksin yang dikeluarkan faskes tertentu. Dalam pengecekan ini, petugas selalu mencocokan kartu vaksin dengan KTP pemilik. ”Untuk melihat benar tidak dia sudah vaksin,” kata Herry.

Bila perlu, verifikasi dilakukan dengan memasukkan nama dan NIK pengendara di laman pedulilindungi.id. Di sana bisa dilihat apakah orang yang bersangkutan benar-benar terdaftar dan sudah menjalani vaksinasi. ”Kalau memang mencurigakan dan kelihatannya ruwet kita bisa cek di website itu,” sebut dia.

Langkah ini, lanjut Herry, untuk memastikan tidak ada pihak yang coba-coba mengelabui petugas. Termasuk potensi kecurangan dengan kartu vaksin palsu bisa diantisipasi. Apalagi, sejauh ini tidak sedikit warga yang berusaha berbohong dengan mengatakan sudah vaksin namun tidak dapat menunjukkan sertifikat. ”Beberapa hari lalu ada yang saya putar balik karena bohong. Dia bilang sudah vaksin, pas ditanya vaksin ke berapa, katanya vaksin (dosis) ketiga. Ya langsung kita putar balik,” tandasnya. (adi/ris)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya