alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Didera Diebetes, Sayat Leher Sendiri dengan Silet

20 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

BERANGSUR MEMBAIK: Seorang dokter merawat Amin di ruang IGD RS Basoeni, Gedeg, Senin (19/7). (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto - Hampir tak ada yang percaya dengan apa yang dilakukan Amin, 59. Warga Dusun Lengkong, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg itu sengaja menyayat lehernya sendiri dengan sebilah cutter, Senin siang (19/7). Diduga, korban nekat mencoba bunuh diri karena frustrasi dengan penyakit yang menderanya.

Insiden itu bermula ketika korban meminta Santoso, 31, anak semata wayangnya, pergi ke warung membeli silet dan cutter, sekitar pukul 11.00. ’’Katanya mau dipakai cukur jenggot,’’ ujar Santoso.

Alat itu justru disimpang di bawah bantal. Santoso sempat membawa alat pencukur karena takut benda tajam berupa silet dan cutter itu disalahgunakan ayahnya. ’’Saya minta tapi tetap tidak boleh,’’ imbuhnya.

Baca juga: PT Tjiwi Kimia Gelar Vaksinasi Mandiri

Kekhawatiran itu terbukti. Ternyata ayahnya tengah berencana bunuh diri. Sekitar 30 menit kemudian, Amin ditemukan sudah dalam keadaan leher berlumuran darah di kamar tidurnya. Cutter seharga Rp 6 ribu yang dibeli Santoso itu diduga sengaja dipakai Amin untuk menyayat lehernya. Kejadian itu sontak membuat ia dan ibunya histeris. "Saya tinggal ke Indomaret sama ibu. Pas balik ibu sudah jerit-jerit,’’ lirih dia.

Melihat peristiwa itu, sontak ia langsung meminta tolong kepada warga. Amin masih bernapas kendati kondisinya terus melemah. Dengan waktu cepat, Amin langsung dibawa ke RSUD RA Basoeni, Gedeg untuk mendapat pertolongan. Santoso menduga, ayahnya mengalami frustrasi akibat penyakit diabetes kering yang sudah diidap selama lima bulan terakhir.

Seminggu terakhir, Amin yang sebelumnya merantau di Kota Surabaya itu pulang karena kondisinya drop. Di sana, dia bekerja sebagai tukang tambal ban. ’’Selama ini minta dirawat di rumah sakit. Tapi kondisi sekarang rumah sakit penuh semua,’’ sebut dia. Putus asa dengan kesehatannya yang tak kunjung pulih, Amin nekat berniat mengakhiri hidupnya.

Sementara itu, Kapolsek Gedeg AKP Edi Purwo Santoso menyatakan, korban nekat melakukan perbuatan melukai diri sendiri akibat frustasi. Hal ini sebagaimana keterangan keluarga korban mengenai riwayat penyakitnya. Kini, kondisi Amin berangsur membaik. ’’Sudah dirawat dan kondisinya alhamdulillah membaik,’’ ujar dia. (adi/ron)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya