alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Yonif Para Rider 503/Mayangkara

Terjun ke Pelosok Desa, Bantu Warga Terdampak PPKM Darurat

16 Juli 2021, 09: 20: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

PEDULI: Danyon Para Rider 503/Mayangkara Letkol Inf. Roliyanto memberi ribuan bantuan paket sembako dan masker ke warga di lima desa di Kecamatan Trawas. (KHUDORI/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Puluhan pasukan tempur Yonif Para Rider 503/Mayangkara terjun ke lima desa di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/7). Lima desa yang ikut terdampak PPKM Darurat itu meliputi Desa Duyung, Desa Belik, Desa Seloliman, Desa Kedungudi, dan Desa Penanggungan.

Danyonif Para Rider 503/Mayangkara Letkol Inf. Roliyanto memimpin langsung serbuan bansos ke pelosok desa ini. Setiap prajurit yang menyusuri jalan setapak ke rumah-rumah warga di perkampungan itu membawa satu paket beras seberat 10 kilogram dan satu box masker untuk dibagikan secara door to door ke rumah warga. ’’Saat ini negara sedang mengalami bencana nasional Covid-19. Bantuan ini juga bagian dari tugas TNI untuk menjaga, melindungi, dan mengatasi kesulitan masyarakat,’’ ungkapnya.

Kehadirannya tak lain untuk meringankan beban masyarakat. Kebetulan, lima desa yang jadi sasaran juga kerap dijadikan latihan taktis dan tempur bagi anggota kesatuannya. ’’Bahkan, setahun bisa empat kali kita bertemu saat ada kegiatan latihan taktis dan tempur. Makanya kami ingin sekali membantu mereka. Sekaligus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Brigif Para Rider 18 Trisula ke-55,’’ jelasnya.

Baca juga: Cegah Bosan, Bupati Ajak Pasien OTG Puskesmas Gondang

Kepala Desa Duyung, Kecamatan Trawas Zuriyanto Bambang Siswantoro, sangat berterima kasih atas serbuan bansos bagi warganya. Di tengah PPKM Darurat saat ini secara tak langsung memang cukup berdampak pada kehidupan warga. ’’Tempat wisata dan warung-warung pada tutup saat PPKM Darurat, ini sangat memukul ekonomi warga. Mereka saat ini tidak bisa lagi berjualan hasil kebunnya kepada wisatawan. Bantuan ini tentu cukup meringankan beban warga yang membutuhkan saat pandemi yang tak kunjung akhir,’’ katanya. 

(mj/ori/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya