alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto
Gerakan Sosial Dapur Umum bagi Warga Isoman

Siapkan Kebutuhan Obat-obatan hingga Konsultasi Dokter

15 Juli 2021, 19: 49: 28 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

SOLIDARITAS: Sejumlah warga mengolah masakan untuk warga isoman di Lingkungan Gedongan Gang 2, Kecamatan Magersari, Rabu (14/7). (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

Ada yang menyulap tempat produksi roti jadi dapur umum, ada pula yang mengumpulkan donasi untuk dibelikan makanan cepat saji. Mereka bahu-membahu meringankan beban harian warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman).

YULIANTO ADI NUGROHO, Kota-Kabupaten, Jawa Pos Radar Mojokerto

MELEDAKNYA kasus Covid-19 membuat rumah sakit penuh. Ambulans makin jarang masuk garasi. Sirinenya serasa semakin dekat di telinga. Nah, berangkat dari situ, Bagus Majoki dan 10 orang lainnya bergerak membuka dapur umum untuk menyuplai makanan bagi warga isoman.

Baca juga: Pemerintah Jaga Laju Ekonomi Selama PPKM Darurat

Sejak Jumat (9/7), bertempat di rumah sekaligus tempat produksi roti milik Ivana Jaya, mereka sudah mengolah menu makan sedikitnya untuk 20 KK (kepala keluarga) di Kota Mojokerto. ”Sekarang sudah hampir seratus porsi per hari,” terang Tjan Tji Fa, 48, salah satu anggota dapur sosial yang bermarkas di Lingkungan Gedongan Gang 2 Nomor 20, Kecamatan Magersari.

Belasan orang yang rata-rata memiliki latar belakang dunia kuliner ini berbagi tugas menyiapkan makanan untuk dikirim paling lambat pukul 11.00. Dari malam sebelumnya mereka menyiapkan bahan. Ada yang mengupas bawang, dan ada yang belanja di pasar. Pagi-pagi sekali, mereka langsung mengolah masakan dobel porsi. ”Jadi sekali antar langsung untuk makan siang dan malam,” terang perempuan yang biasa dipanggil Afa tersebut.

Saat ini, dapur umum ini baru melayani warga yang menjalani isoman di Kota Mojokerto. Warga yang membutuhkan cukup menghubungi kontak mereka dengan melampirkan hasil swab antigen atau PCR serta foto KTP. Tak hanya makanan. Dapur umum yang menggandeng Wihara Buddhayana Mojokerto ini juga menerima permintaan kebutuhan obat-obatan, serta konsultasi dokter. ”Kita suplai selama dia menjalani isoman. Biasanya 14 hari,” terangnya.

Penjaluran makanan dilakukan sekali dalam sehari. Bungkusan makanan lengkap dengan buah, roti, dan susu itu digantung di pagar rumah warga yang isoman. Mereka bisa keluar mengambil makanan dan melihat pengirimnya dari kejauhan. ”Banyak sekali yang terbantu. Bahkan, ada yang bilang makanannya kebanyakan dan minta untuk dibagi ke warga lain,” ungkap Bagus Majoki.

Dia menceritakan, gerakan bernama Dapur Sosial yang dimulai dengan modal awal sebesar Rp 5 juta hasil urunan ini semata untuk membantu sesama. Kelompok ini hanya mengandalkan kerja sama dan solidaritas tanpa struktur organisasi. Bejo, panggilan Bagus Majoki, berharap dapur umum ini bakal berumur panjang untuk terus membantu kebutuhan makanan warga isoman.

”Kita juga cari penggalangan dana. Kalau untuk sejauh ini dananya masih cukup tercover. Kalau nanti bengkak lagi belum tahu. Pokoknya kita jalan dulu,” jelas pria 48 tahun tersebut. Tak hanya di kota. Di Kabupaten Mojokerto, kelompok Integritas Sukarelawan Mojokerto (ISM) juga membentuk gerakan pendistribusian makanan bagi warga isoman sejak Senin (12/7). Makanan siap saji plus vitamin itu dikirim sehari sekali untuk makan siang. ”Sejauh ini sudah ada enam orang dari lima keluarga di seluruh wilayah kabupaten,” kata Helmy Bastian, koordinator gerakan bantu warga isoman ini.

Gerakan ini dilakukan selama PPKM darurat untuk membantu warga Kabupaten Mojokerto yang menjalani isoman dengan dibuktikan hsil swab antigen atau PCR. Dana urunan anggota maupun donatur itu dibelanjakan makanan yang sudah jadi dan langsung dikirim ke warga. Pemilih makanan siap saji ini untuk memudahkan warga isoman dinilai lebih efisien. ”Karena kalau bahan mentah itu masih butuh masak. Belum lagi kalau gasnya habis dan tidak boleh keluar rumah,” ungkap warga Desa/Kecamatan Mojosari tersebut.

Dia berharap gerakan ini bisa menjangkau warga-warga yang membutuhkan. Bahkan, tak sebatas makanan. Helmy berharap bisa melakukan pengadaan tabung oksigen. ”Selama PPKM darurat saja. Tapi, kalau memang donasi banyak nanti kita bisa arahkan untuk beli oksigen,” terang pria 50 tahun ini. (ris)

(mj/ron/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya