alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pemkot Imbau Matikan Lampu Teras Rumah

14 Juli 2021, 08: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

JAWAPOS RADARMOJOKERTO

SIMPANG EMPAT MIJI: Jalur di jantung kota Mojokerto ini masih terang saat PPKM Darurat. (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Sejak Selasa (13/7) hingga 20 Juli mendatang, mulai pukul 17.00 hingga pukul 05.00 seluruh lampu teras rumah warga dan penerangan jalan lingkungan diimbau dipadamkan. Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Polri dan TNI, berpatroli keliling kampung untuk memastikan upaya penurunan mobilitas warga ini berjalan.

Setelah memadamkan seluruh penerangan jalan utama (PJU), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto mengeluarkan imbauan seluruh lampu jalan lingkungan dan teras rumah warga untuk dimatikan. Imbauan yang tertuang dalam surat bernomor 551/1217/417.505.2/2021 tertanggal 13 Juli itu meminta seluruh camat mengimbau lurah, ketua RT/RW, dan warga supaya mendukung kebijakan PPKM darurat. Di antaranya dengan melakukan pemadaman lampu di jalan-jalan lingkungan dan lampu teras rumah mulai pukul 17.00 sampai pukul 05.00. Selain itu, juga menggalakkan kegiatan siskamling untuk mencegah kriminalitas sebagai dampak pemadaman PJU.

Seruan ini mengundang beragam respons warga. Tak sedikit yang mempertanyakan maksud maupun urgensi pemadaman lampu teras rumah. Terlebih belakangan pemadaman sudah dilakukan terhadap PJU di seluruh jalan protokol.

Baca juga: Akses Masuk Kota Ditutup 24 Jam

JANTUNG KOTA: Pusat perekonomian di Kota Mojokerto ini sangat lengang saat malam hari selama pemberlakuan PPKM Darurat.

JANTUNG KOTA: Pusat perekonomian di Kota Mojokerto ini sangat lengang saat malam hari selama pemberlakuan PPKM Darurat. (YULIANTO ADI NUGROHO/radamojokerto.id)

Kepala Dishub Kota Mojokerto Endri Agus Subianto mengatakan, hasil rapat koodinasi PPKM darurat menunjukkan Kota Mojokerto masih dalam status zona hitam. ’’Hal ini yang perlu diantisipasi,’’ katanya.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi mobilitas warga selama ini ternyata belum maksimal. Sehingga diperlukan sejumlah langkah untuk menekan pergerakan warga. Salah satunya dengan mengimbau pemadaman penerangan jalan lingkungan berikut lampu teras rumah warga, mulai kemarin hingga 20 Juli mendatang. ’’Kalau pemadaman lampu PJU itu sudah jelas aturan. Yang imbauan itu pemadaman lampu untuk teras-teras dan lampu di perkampungan, gang-gang itu,’’ jelas dia.

Pihaknya meminta warga mencermati imbauan ini. Pemadaman penerangan ini diharapkan bisa mengurangi aktivitasnya masyarakat di luar rumah. ’’Pemerintah merasa sayang kepada masyarakat sehingga untuk mengurangi mobilitas diimbau lampu-lampu teras itu dimatikan karena kita masih zona hitam,’’ terang Endri.

Tidak ada sanski dalam pemberlakuan kebijakan ini. Namun, untuk memastikan pemadaman lampu teras dan jalan lingkungan ini ditaati, petugas gabungan bakal berkeliling ke kampung-kampung. Endri berharap kesadaran warga mematuhi kebijakan ini sebagai upaya bersama menekan kasus Covid-19. ’’Yang jelas ada patroli gabungan untuk memantau,’’ tegasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya