alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Lampu Jalan Dimatikan, Pemkab Ngirit Rp 3 Miliar

14 Juli 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

Pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menghemat anggaran hingga Rp 3 miliar.

Pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menghemat anggaran hingga Rp 3 miliar. (SOFANKURNIAWAN/radarmojokerto.id)

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemadaman penerangan jalan umum (PJU) selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menghemat anggaran hingga Rp 3 miliar. Nilai sebesar itu masih bisa bertambah seiring pemadaman PJU serentak hingga ke tingkat desa.

Kadis PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto mengatakan, hingga 10 hari PPKM bergulir, pihaknya sudah memadamkan tak kurang 27.246 titik lampu setiap hari. Namun jumlah tersebut masih bisa diperluas atau bertambah hingga semua PJU yang dikendalikan pemkab, dipadamkan semuanya. Yakni sebanyak 34.545 titik yang tersebar di 342 ruas jalan sepanjang 1.024 kilometer. Atau di 2.500 panel listrik yang tersebar di 18 kecamatan sampai tanggal 20 Juli nanti.

’’Sudah ada 27 ribu titik yang kami padamkan. Targetnya, mulai hari ini (tadi malam, Red) total 34 ribu titik PJU clear semua padam,’’ terangnya.

Baca juga: Vaksinasi Massal Jangan Jadi Klaster Baru

Dengan perluasan pemadaman itu, pemkab bisa menghemat anggaran untuk belanja rutin listrik PJU. Dari yang biasanya Rp 7 miliar lebih perbulan, bisa berkurang hingga Rp 3 miliar.

Jumlah tersebut nantinya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang selama tahun anggaran 2021 belum terserap. ’’Gambaran kami perbulan diangka Rp 5 sampai Rp 6 miliar. Dengan pemadaman ini pasti berhemat. Hitungannya bisa lebih dari separonya. Ya nanti anggarannya kan bisa dialihkan untuk pembangunan lain,’’ tandasnya.

Tidak hanya di jalanan umum dan protokol. Pemkab juga memperluas pemadaman PJU hingga ke tingkat desa. Degan rasionalisasi, lebih dari 30 ribu titik PJU di kampung-kampung bakal turut dipadamkan total.

Perluasan ini tentunya untuk menekan mobilitas warga agar tingkat persebaran Covid-19 di bumi majapahit bisa berkurang drastis. Termasuk juga menekan pembiayaan listrik PJU yang angkanya mencapai miliaran. ’’Dari 299 desa dan 1.171 dusun yang tersebar di 18 kecamatan, kami hitung ada 30 ribu lebih titik PJU. Sedang kami koordinasikan dengan camat untuk disampaikan ke kepala desa agar ada sinkronisasi soal pembatasan penerangan jalan selama PPKM Darurat,’’ pungkasnya.

(mj/far/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya