alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Pekerja Kena PHK, Perusahaan Wajib Perbarui Data Via Edabu

13 Juni 2021, 08: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehaan Cabang Mojokerto Hangki Kurniawan. (H. Achmad Basuni/jawapos.radarmojokerto.com)

Untuk memberikan kemudahan, meningkatkan pemahaman mengenai alur mutasi peserta yang mengalami PHK. BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto mengadakan sosialisasi syarat serta tata cara pelaporan serta pemberhentian kepesertaan peserta PPU badan usaha yang mengalami PHK, yang di hadiri perwakilan HRD Badan Usaha wilayah Cabang Mojokerto.  Kepala Bidang Perluasan, Pengawasan, dan Pemeriksaan Peserta BPJS Kesehaan Cabang Mojokerto Hangki Kurniawan menjelaskan, Pemberi Kerja wajib melaporkan kepada BPJS Kesehatan apabila terdapat Pekerja yang mengalami PHK, dengan menyampaikan surat dari Pimpinan Perusahaan atau dalam hal disampaikan oleh perwakilan perusahaan, dilengkapi dengan surat kuasa dan dokumen pendukung yang membuktikan alasan pemutusan hubungan kerja.

“Untuk pelaporan pemberhentian kepesertaan dilakukan dengan entri baik mutasi peserta keluar melalui sistem informasi menggunakan aplikasi Edabu,” tuturnya pada Selasa (13/04).

Ia juga menyampaikan bahwa untuk Peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) yang mengalami PHK tetap memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan, dan untuk pemberhentian kepesertaan peserta PPU yang mengalami PHK tanpa memperoleh hak manfaat jaminan kesehatan paling lama 6 (enam) bulan. Sementara untuk pemberhentian/penonaktifan Kepesertaan JKN KIS Peserta PPU Badan Usaha yang Mengalami PHK ada mekanisme yang harus dilenggkapi perusahaan.

Baca juga: Kolaborasi VISA-ALTO Tingkatkan Inklusi Keuangan Nasional

“Badan Usaha yang mengusulkan pemberhentian/penonaktifan, dilakukan verifikasi Kelengkapan dan Kesesuaian beserta dokumen pendukung  oleh BPJS Kesehatan BPJS dan melakukan  pemberhentian/penonaktifan Data Peserta pada Aplikasi Edabu serta mengirimkan surat pemberitahuan terkait pemberhentian pekerja kepada Badan Usaha,” tutur Hangki

Dalam kesempatan yang sama Imron yang merupakan perwakilan dari PT Sosro Bintang menyampaikan, bahwa ia sangat mendukung kegiatan yang diadakan oleh BPJS Kesehatan ini, karena memberikan kemudahan bagi Badan Usaha terutama peserta PHK untuk melaporkan data pekerjanya. Apalagi kondisi sekarang ini, dengan Edabu sangat bermanfaat sekali.

“Pemahaman didalam proses pelaporan pengurangan pekerja yang terdampak PHK juga dapat diproses dengan baik dan cepat. Untuk berkas administrasi dokumen pelengkap mohon sekiranya diperpendek untuk kelancarannya,” ujar imron.

Dengan Kegiatan ini, diharapkan dapat membangun sinergi yang harmonis dalam memahami mekanisme peserta PHK yang keluar dalam rangka peningkatan administrasi yang lebih efisien dan efektif. (ar/gy)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya