alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Sunarti : JKN-KIS Penolong Kehidupan Berbiaya Mahal

11 Juni 2021, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Sunarti (49) merupakan peserta dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau mandiri, merasa bersyukur sekali telah memanfaatkan kartu JKN-KIS. (basuni/radarmojokerto.jawapos.com)

Orang bilang sehat itu mahal harganya, namun saat kita jatuh sakit bisa jadi lebih mahal terutama biaya yang dikeluarkan. Sunarti (49) merupakan peserta dari segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) atau mandiri, merasa bersyukur sekali telah memanfaatkan kartu JKN-KIS. Awalnya ia pusing dan merasa mata melotot hingga menonjol keluar seakan mau lepas.

“Dengan di bantu keluarga,  saya di larikan ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah Jombang. Alhamdulillah kartu JKN-KIS selalu saya bawa dan proses administrasipun mudah. Tenaga medis dengan cepat langsung menangani saya. Dari hasil visum dokter spesialis mata (tes penglihatan, tes darah) yaitu adanya proptosis dan harus tindakan operasi. Tak terbayangkan dengan biaya operasi yang sangat mahal,” ungkap Sunarti.

Penyakit proptosis ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan mata menonjol dari soket (tempat bola mata bersandar). Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu atau kedua mata. Melanjutkan ceritanya, Ia pun berujar bahwa dirinya mendaftarkan diri dalam program JKN-KIS karena masukan dari salah satu tetangganya. Kebetulan pula di desanya terdapat Kader JKN yang membantunya mengurus administrasi kepesertaan.

Baca juga: Bupati Dorong Perusahaan Segera Vaksinasi

“Sampai dengan operasi mata pun saya di bantu dan di antar ke RSUD Jombang untuk mengurus administrasinya. Alhamdulillah, Operasi mata berjalan lancar tanpa kendala, semua tindakan operasi maupun rawat inap ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS. Tidak bisa dibayangkan jika sampai saat ini tidak mendaftar JKN-KIS dan saya harus mengeluarkan biaya sendiri, mungkin saya sudah menjual rumah dan sawah untuk operasi ini," ungkapnya 

Ia mengapresiasi pelayanan yang didapatnya selama satu minggu. Menurutnya, fasilitas yang diterimanya tak ada beda dengan pasien umum. Sarana dan prasarana yang ada di rumah sakit sangat puas. Ia menyadari  bahwa jaminan kesehatan sangat bermanfaat sekali, karena manusia tidak tahu kapan datangnya sakit, apalagi disaat penyakit tersebut membutuhkan biaya yang besar. Ia juga menghimbau peserta untuk selalu tepat waktu dalam membayar iurannya.

“Kondisi saya berangsur semakin membaik dan di diperbolehkan pulang, namun harus menjalani kontrol secara berkala. Ia sangat bersyukur telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan  penolong kehidupan berbiaya mahal. Saya dan keluarga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN-KIS untuk membantu masyarakat dalam pelayanan Kesehatan dan semoga selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya (ar/gy)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya