alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Seluruh RS Diminta Siapkan Ruang Isolasi

10 Juni 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

RSUD Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto menjadi salah satu rumah sakit yang menyiapkan ruang isolasi Covid-19. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot meminta seluruh rumah sakit (RS) di Kota Mojokerto mengantisipasi kemungkinan ledakan kasus Covid-19 yang diprediksi hingga akhir Juni. Tidak hanya berlaku bagi RS rujukan Covid-19, tetapi seluruh RS juga diminta tetap menyiagakan ruang isolasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Mojokerto Hariyanto mengatakan, meski tren kasus Covid-19 di Kota Mojokerto belum menunjukkan grafik peningkatan, tetapi hal itu tak mengurangi kewaspadaan dalam upaya penanganan. Pihaknya pun meminta seluruh RS di kota untuk tetap bersiaga dalam menangani pasien Covid-19. ’’Kita masih tetap menyiagakan seperti pada saat masih tinggi-tingginya pandemi,’’ paparnya.

Tidak hanya berlaku di dua RS rujukan Covid-19, RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo dan RS Gatoel, tetapi empat RS non-rujukan lainnya juga diminta tetap menyediakan ruang isolasi. Langkah tersebut untuk menyangga jika terjadi overload pasien yang terpapar virus korona. ’’Kalau nanti terjadi lonjakan (kasus) kita akan segera koordinasikan. Agar mereka juga melayani dan menyediakan untuk tempat-temapt isolasi,’’ tandas Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia ini.

Baca juga: Sektor Wisata Dijadikan Pendongkrak Pemulihan Ekonomi Nasional

Di sisi lain, penyiagaan ruang isolasi juga bertujuan menjaga Bed Occupancy Ratio (BOR) agar tetap berada pada tingkat keterisian yang rendah. Dari total enam RS di Kota Mojokerto, ketersediaan ruang isolasi Covid-19 sebanyak 124 tempat tidur (TT). Selama sepekan terakhir, tingkat keterisian masih terbilang landai dengan kisaran 14-15 persen. Pun dengan di 13 TT di ruang intensive care unit (ICU) Covid-19 yang rata-rata hanya merawat 2-3 pasien per hari. ’’Karena kondisinya sudah menurun drastis, beberapa tenaga medisnya sementara kita kurangi. Tapi kalau memang situasinya meningkat, sewaktu-waktu sudah siap kita aktifkan lagi,’’ bebernya.

Tidak hanya di fasilitas kesehatan, gedung observasi di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Cinde Kota Mojokerto juga turut disiagakan. Pada pekan pertama Juni ini, tercatat hanya ada 11 warga yang menjalani karantina. Meski begitu, mantan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskoumnaker) Kota Mojokerto menyebut tetap menyiapkan bed tambahan.

Menurutnya, Dinkes P2KB akan di-back up Denbekang V-44-02/Mojokerto untuk menambah tempat tidur cadangan di Rusunawa Cinde. ’’Kalau posisi sangat penting, denbekang siap meminjamkan,’’ imbuhnya.

Di samping itu, antisipasi lonjakan kasus juga dilakukan dengan meningkatkan pendisiplinan protokol kesehatan melalui operasi yustisi bersama tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto. Serta mempercepat vaksinasi massal yang saat ini diprioritaskan kepada lansia, kalangan pekerja pabrik, pelaku UMKM, koperasi dan penyandang disabilitas. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya