alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Industri Olahraga Perlu Transformasi Digital

09 Juni 2021, 09: 05: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Webinar Studium General dengan tema ’’Pengembangan Ekonomi Digital Pada Sektor Industri Olahraga’‘, di Jakarta, Selasa (8/6). (Menko perekonomian for JPRM)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, transformasi digital industri olahraga dan peningkatan prestasi olahraga profesional harus tetap beriringan di masa pandemi COVID-19.

’’Digitalisasi juga perlu diiringi dengan peningkatan prestasi olahraga profesional. Pandemi ini diharapkan tidak menjadi penghalang untuk menurunkan intensitas latihan dan untuk tetap berprestasi di kancah nasional maupun internasional,’‘ kata Menko Airlangga dalam Webinar Studium General dengan tema ’’Pengembangan Ekonomi Digital Pada Sektor Industri Olahraga’‘, di Jakarta, Selasa (8/6).

Menko Airlangga menyampaikan, pengembangan ekonomi digital pada sektor industri olahraga nasional tentunya tak terlepas dari prestasi olahraga dan pencapaian atlet Indonesia sehingga diharapkan kecintaan terhadap atlet dan tim nasional bisa terus terbangun.

Baca juga: Pemkot-Baznas Luncurkan Home Care Fisioterapi

’’Diperlukan kolaborasi lintas stakeholders dan komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang kondusif serta karir olahraga yang berprestasi sebagai enabler bagi pemulihan ekonomi nasional sekaligus mengharumkan nama bangsa,’‘ ujar Airlangga.

Airlangga menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 telah menekan seluruh industri secara global, termasuk sektor industri olahraga. Sumber utama pemasukan bisnis industri olahraga global yang mendapat tekanan diantaranya broadcasting atau hak siar, commercial (sponsorship, periklanan) dan matchday revenue (penjualan tiket dan pendukungnya).

Pendapatan industri olahraga global diproyeksikan 73,7 miliar dolar AS di tahun 2020 atau hanya 54 persen dari target pra COVID-19 sebesar 135,3 miliar dolar AS. Penurunan pendapatan tersebut, jelas Airlangga, terjadi seperti pada penundaan Olimpiade Tokyo ke Juli 2021 yang berpotensi merugikan Kota Tokyo hingga 597 Miliar Yen, serta penundaan penyelenggaraan Piala Eropa 2020 yang baru akan diselenggarakan pada tanggal 11 Juni 2021.

Begitu juga dengan Liga Profesional seperti NBA dan UEFA Champions League tetap menyelenggarakan musim dengan menerapkan konsep bubble format untuk membuat lingkungan pertandingan yang 100 persen aman dari COVID-19 yang diakui dan ditiru dunia.

’’Di awal pandemi terdapat peningkatan konsumsi media karena kebijakan untuk tetap berada di rumah. Ketiadaan acara live match membuat daya tarik TV menurun, sehingga industri olahraga yang memiliki layanan digital streaming service mengalami lonjakan pelanggan karena jadwalnya yang fleksibel,’‘ tutur Airlangga.

Begitu juga dengan perusahaan pakaian olahraga mengalami penurunan pendapatan 29 persen pada semester I 2020 dibandingkan 2019. Sementara itu, pangsa penjualan online mengalami peningkatan selama pandemi. Aplikasi fitness online, alat olahraga individu seperti sepeda dan peralatan lari, serta e-sport turut mengalami peningkatan intensitas penggunaan yang signifikan.

Airlangga menegaskan industri olahraga nasional harus dengan cepat menyesuaikan kondisi tersebut karena Indonesia mempunyai potensi ekonomi digital yang sangat besar. Total pengguna konsumen baru ekonomi digital meningkat 37 persen selama pandemi dan tetap akan akan memanfaatkan ekonomi digital setelah COVID-19. Ekonomi digital juga diprediksikan akan menyumbang 130-150 miliar dolar AS dalam pertumbuhan PDB Indonesia pada tahun 2025.

Di sisi lain, bagi industri perlengkapan olahraga nasional, terutama UMKM, pemanfaatan e-commerce berpotensi meningkatkan penjualan secara signifikan. Pemerintah mempunyai Gernas BBI yang telah membuat 11,7 Juta UMKM on boarding dan ditargetkan 30 juta UMKM on boarding pada akhir 2023.

’’Pemerintah akan terus memberikan dukungan dalam pengembangan ekonomi digital melalui pembangunan infrastruktur digital. Pemerintah akan terus melakukan perluasan wilayah 4G, pengembangan 5G, peluncuran satelit multifungsi SATRIA, serta pembangunan pusat data nasional,’‘ ujar Airlangga.

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya