alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Tanpa Sepeser pun Biaya Operasi Sesar Di Tanggung JKN-KIS

06 Juni 2021, 13: 54: 40 WIB | editor : Imron Arlado

Anif Iftirosy Hilmi, 30, peserta mandiri, usai menjalani operasi sesar dikarenakan usia kehamilan kurang dari 9 bulan.

Anif Iftirosy Hilmi, 30, peserta mandiri, usai menjalani operasi sesar dikarenakan usia kehamilan kurang dari 9 bulan. (basuni/radarmojokerto)

Momen yang tidak bisa terlupakan saat sedang menunggu kelahirkan buah hati. Anif Iftirosy Hilmi, 30, peserta mandiri, pada saat menjalani operasi sesar dikarenakan usia kehamilan kurang dari 9 bulan.

“Awalnya ketika usia kandungan 8 bulan  mengalami pendarahan terus. Ditemani oleh keluarga dibawalah ke bidan. Rasa khawatir keselamatan buah hati, membuat pikiran menjadi kacau, dikarenakan anak pertama mengalami keguguran. Setelah di periksa, bidan, atas indikasi medis dirujuk ke rumah sakit,” ungkap Anif.

Berbekal surat rujukan dan kartu JKN-KIS, saya di bawa ke Rumah Sakit Permata Hati Mojokerto. Proses administrasi sangat mudah dan pelayanannya sangat baik, tenaga medis dengan cepat langsung menangani saya dan atas indikasi medis untuk dilakukan tindakan operasi sesar. Tak terbayangkan dengan biaya operasi sesar yang sangat mahal.

Baca juga: Fighting Tournament Airlangga Hartarto Cup 2022 Perebutkan Rp 2 Miliar

“Alhamdulillah, operasi sesarberjalan lancar tanpa kendala, baik ibu maupun bayinya dalam kondisi selamat dan sehat. Segala biaya baik tindakan operasi sesar, perawatan dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh JKN-KIS tanpa ada biaya tambahan sepeser pun dan tidak ada perbedaan antara pasien umum dan BPJS," ungkapnya 

Setelah proses persalinan selesai, saya kemudian dipindahkan ke ruang rawat inap. Ia mengapresiasi pelayanan yang didapatnya selama 3 hari menyatakan puas. Ia merasa nyaman dengan ruangan kamar yang bersih bersih dan tenaga medis kesehatan yang ramah.

“Ketika kondisinya dinyatakan stabil, saya dan bayinya diperbolehkan pulang namun harus menjalani kontrol rutin secara berkala. Ia sangat bersyukur telah menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dan merasa tenang saat harus menjalani pengobatan yang berbiaya mahal,” tutur Anif.

Dari pengalaman yang sudah dirasakan, Anif mengajak seluruh masyarakat untuk mendaftarkan diri di Program JKN-KIS ini. Ia juga menghimbau peserta yang menunggak untuk dapat melunasi tunggakannya dan menjadi peserta JKN-KIS yang aktif agar suatu saat kalau sakit, kartu bisa langsung digunakan.

“Apresiasi kepada Pemerintah dan BPJS Kesehatan yang telah menyelenggarakan Program JKN-KIS. Semoga program ini selalu ada, karena banyak membantu masyarakat dan bisa tetap memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutupnya. (bas)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya