alexametrics
Minggu, 25 Jul 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Tunggu Renovasi, Relokasi Pedagang Dibatalkan

05 Juni 2021, 10: 45: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

PADAT: Sejumlah pedagang membuka lapak di badan jalan dan trotoar di Jalan KH Nawawi Kota Mojokerto, Jumat (4/6). (rizal amrulloh/radarmojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Badan jalan dan pedestrian di sepanjang Jalan KH Nawawi masih disesaki pedagang. Pasalnya, Pemkot Mojokerto baru akan merealisasi relokasi pedagang di akhir tahun mendatang.

Semula, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumperindag) Kota Mojokerto berencana merelokasi pedagang di Jalan KH Nawawi setelah Lebaran lalu. Namun, penataan itu urung dilakukan lantaran masih menyiapkan tempat untuk memboyong pedagang. ”Belum (relokasi). Prioritas kita siapkan tempat relokasinya dulu,” terang Plt Kepala Diskopumperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya.

Dia menjelaskan, pihaknya sebenarnya sudah menyiapkan sejumlah tempat relokasi. Namun, kondisi stan dan kios yang dinilai masih belum layak untuk ditempati. Sehingga, dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan terlebih dulu. Kabag Umum Setdakot Mojokerto ini menyebutkan, sebagian pedagang dari Jalan KH Nawawi akan ditarik ke dalam Pasar Tanjung Anyar.

Baca juga: Vivin Bersyukur Kenal JKN-KIS

Selain itu, selebihnya akan diboyong ke Pasar Rakyat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon. Menurut Ani, di kedua pasar tradisonal itu terdapat sejumlah lapak dan los yang kosong akibat ditinggal pedagang. Sehingga, statusnya kini telah diambil alih pemkot dan bakal difungsikan kembali. ”Karena  butuh perbaikan. Akhirnya relokasinya menunggu nanti di akhir tahun,” ujarnya.

Di samping itu, lokasi yang juga dipersiapkan sebagai tempat relokasi adalah Pasar Kranggan. Namun, Ani menyebutkan, pasar tersebut dikhusukan bagi pedagang buah. Mereka akan langsung ditempatkan setelah proses renovasi rampung. Dia menuturkan, sentuhan perbaikan di Pasar Kranggan dalam waktu dekat akan dieksekusi. Diperkirakan, proses rehab fisik tersebut memakan waktu kurang lebih satu bulan. ”Jadi, Agustus nanti khusus pedagang buah mungkin sudah bisa direlokasi ke sana (Pasar Kranggan),” imbuhnya.

Namun, ekseskusi tersebut masih menunggu proses penyusunan peraturan wali kota (perwali) sebagai dasar untuk merelokasi pedagang. Di sisi lain, lanjut Ani, pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Baik Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub).

Langkah itu dilakukan guna memastikan agar di Jalan KH Nawawi tidak ditempati oleh pedagang baru pasca dilakukan relokasi. ”Ketika sudah kita relokasi, khawatirkannya kan ditempati pedagang lain,” tandasnya.

Sebagaiamana diketahui, kondisi ruas jalan yang melintas di area Pasar Tanjung Anyar itu kini dipadati pedagang. Berdasarkan data diskopumperindag, setidaknya terdapat 169 pedagang membuka lapak di badan jalan dan trotoar Jalan KH Nawawi. Sementara itu, kondisi berbeda terjadi dalam pasar tradisional yang banyak terdapat lapak, los, maupun kios yang kosong akibat ditinggal pedagang.

Seperti di Pasar Rakyat Prapancayang terdapat 76 los kosong. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Kranggan yang hampir seluruh tempat berjualan dalam kondisi lowong. Tercatat hanya tiga orang yang masih aktif berdagang. 

(mj/ram/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya