alexametrics
Selasa, 21 Sep 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Perbaiki Atap Pabrik, Pekerja Bangunan Jatuh Setinggi 7 Meter

29 Mei 2021, 07: 30: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

DISELIDIKI: TKP kecelakaan kerja di PT Agrofood Makmur Mandiri Jalan Pahlawan Dusun Gading, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, dipasangi garis polisi oleh petugas, Jumat (28/5). (MARTDA VADETYA/radarmojokerto.jawapos.com)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Insiden kecelakaan kerja kembali terjadi di wilayah Pungging. Kali ini di PT Agrofood Makmur Mandiri, Jalan Pahlawan Dusun Gading, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging. Insiden yang menelan satu korban jiwa itu terjadi Jumat (28/5). Korban yang terjatuh dari ketinggian sekitar tujuh meter tewas saat tengah dilarikan ke rumah sakit.

Korban adalah Pandik Cahyo Rahno, 38, warga Desa Grobogan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Mulanya, korban dan sejumlah rekannya memperbaiki atap gudang pabrik. Di tengah pengerjaan, hujan sempat mengguyur. ’’Ya lumayan deras, tapi ndak lama,’’ ujar Amin, 38, salah seorang saksi mata yang juga rekan korban.

Saat hujan mulai reda, tanpa komando, Pandik langsung kembali bekerja. Padahal saat itu pekerjaannya cukup berisiko jika kondisi hujan yang belum benar-benar reda. Ia harus memanjat di bagian atap gudang dengan tinggi sekitar tujuh meter untuk mengganti kerangka dan lempengan baja.

Baca juga: Eks Kadisperta Ditahan, Masih Berpotensi Muncul Tersangka Baru

Nahas, saat berada di ketinggian, korban terpeleset hingga terjatuh dengan posisi tersungkur. ’’Waktu di atas itu tiba-tiba dia terpeleset sampai jatuh. Lha jatuhnya kepala dulu, njelungup gitu,’’ bebernya.

Padahal, saat itu rekan-rekan korban yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sudah menahannya untuk tak naik. Pasalnya, guyuran hujan membuat rangka baja yang jadi pijakan licin. ’’Itu sudah kita penging supaya jangan naik dulu soalnya habis hujan. Tapi dia tetap saja naik,’’ imbuhnya.

Menurutnya, korban terpeleset akibat licinnya baja yang diselimuti debu bercampur tepung lantas dibasahi hujan. Tak pelak, ayah dua anak itu mengalami luka parah pada bagian dahinya hingga mengalami pendarahan yang cukup parah.

Korban segera dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari mengunakan mobil operasional pabrik guna mendapatkan perawatan medis. Nahas, korban dinyatakan tewas saat tiba di IGD rumah sakit. ’’Waktu diperiksa dokter, katanya (korban) sudah meninggal. Jadi  waktu di perjalanan itu (korban) sudah ndak ada. Soalnya memang waktu perjalanan itu pendarahannya ndak berhenti, saya yang mangku (korban),’’ ungkap Amin. 

Sementara itu, Kapolsek Pungging AKP Margo Sukwandi membenarkan adanya insiden berujung maut tersebut. Dijelaskannya, korban terjatuh saat memperbaiki bagian atap gudang pabrik tepung tersebut. ’’Korban dan rekan-rekannya sedang memperbaiki bagian atap gedung. Yang diperbaiki kuda-kuda atapnya yang rapuh bekas kebakaran sekitar sebulan yang lalu,’’ sebutnya.

Diduga, korban terjatuh akibat terpeleset pijakan yang licin. ’’Karena saat itu kan habis hujan, kemungkinan korban ini terpeleset,’’ imbuhnya.

Saat kejadian, sekitar tujuh pekerja lainnya berada di lokasi. ’’Korban dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari untuk dilakukan visum. Saat ini kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk terkait K3-nya,’’ tandas Margo.

Dikatakannya, kemungkinan besar korban bukanlah karyawan PT Agrofood Makmur Mandiri. Pasalnya, pihak pabrik menyerahkan perbaikan tersebut pada pihak ketiga alias kontraktor. ’’Kemungkinan besar korban ini adalah pekerja dari pemborong yang ditunjuk, bukan karyawan pabrik,’’tukasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya