alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Hasil Otopsi, Korban Pakerin Disebabkan Hirup Gas Beracun

29 Mei 2021, 12: 00: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

Salah satu keluarga korban mengalami histeris di RSUD Prof. Dr. Soekandar, Mojosari. (rizal amrulloh/radarmojokerto)

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Teka-teki penyebab kecelakaan kerja di PT Pakerin mulai temui titik terang. Kepolisian memastikan ketiga korban keracunan usai menghirup udara yang terkontaminasi gas beracun. Hal menyusul hasil otopsi korban meninggal yang menunjukkan ciri keracunan gas.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Andaru Rahutomo mengatakan, hasil otopsi pada jasad korban Slamet Agus santoso, 43, warga Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, menunjukkan adanya ciri keracunan gas. Itu setelah korban diotopsi oleh tim medis RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo. ’’Informasi yang kami dapat dari dokter yang melakukan otopsi, bahwa ada tanda-tanda keracunan gas yang ditemukan pada jenazah korban,’’ ungkapnya.

Tak pelak, dua korban yang sebelumnya kritis harus mendapat perawatan intensif  terkait gangguan saluran pernapasan. Keduanya mengalami peradangan pada paru-paru diduga akibat menghirup gas beracun. Suriyono, 56, warga Desa Tlasih, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo Surabaya. Sedangkan Subandi, 51, warga Desa Jatikalang, Kecamatan Prambon, Sidoarjo, menjalani perawatan di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Keduanya harus menjalani perawatan intensif guna memulihkan kondisi kesehatannya.

Baca juga: Enam Perguruan Silat Gelar Deklarasi Damai

Dugaan pelanggaran kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di lingkungan pabrik pengolahan kertas bekas tersebut mencuat seiring terjadinya insiden berujung maut tersebut. Apalagi, salah satu keluarga korban melayangkan kekecewaannya atas terjadinya insiden tersebut. Pasalnya para korban bertugas tanpa tanpa adanya alat pengamankesehatan yang mendukung.

Meski begitu, kepolisian terus berupaya mengungkap fakta sesungguhnya dibalik kejadian berujung petaka itu. Dalam waktu dekat mapolres bakal memanggil sejumlah saksi. Terutama mereka yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) saat insiden tersebut terjadi. ’’Sesegera mungkin kami akan memanggil saksi-saksi.Termasuk karyawan yang ada disana juga untuk mengetahui fakta yang sebenarnya,’’ tukasnya. (vad)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya