alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Halau Pemudik, Ratusan Petugas Diterjunkan di Titik Penyekatan

06 Mei 2021, 09: 35: 59 WIB | editor : Imron Arlado

radarmojokerto.jawapos.com

RESMI BERLAKU: Petugas melakukan pengecekan terhadap kendaraan yang melintas di pintu tol Gedeg, Rabu (5/5). (adi/jawapos.radarmojokerto.com)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Hari ini larangan mudik Lebaran resmi diberlakukan. Sebanyak 393 personel gabungan Polri/TNI dan instansi terkait dilibatkan dalam pengamanan perayaan hari besar umat muslim tersebut.

Ratusan petugas itu diterjunkan di tiga pos penyekatan, serta tujuh pos pengamanan dan pos pelayanan. Pelaksanaan larangan mudik 6-17 Mei ini di bawah Operasi Ketupat Semeru 2021. Dalam apel gelar pasukan di Lapangan Mahapatih Gajah Mada Rabu (5/5), kesiapan pengamanan dilakukan.

"Kita sudah uji coba penyekatan dari beberapa hari yang lalu dengan melakukan tindakan putar balik terhadap kendaraan yang masih berani untuk melaksanakan kegiatan mudik," ungkap Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi.

Baca juga: H. Sunyoto, SE Idamkan Bangun Wisata Edukasi

Dia mengungkapkan, 393 petugas disiagakan untuk menghalau pemudik yang nekat melakukan perjalanan pulang kampung. Ratusan personel itu terbagi atas 235 personel Polri, 38 personel TNI, 120 dari personel instansi terkait. Meliputi dishub, dinkes, satpol PP, dan pihak terkait. "Yang nantinya ditempatkan di pos-pos pengamanan maupun pos pelayanan," sebutnya.

Ratusan personel gabungan ini disiagakan di sepuluh pos yang berada di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota. Meliputi tiga pos penyekatan, masing-masing Simongagrok, pintu tol Penompo, dan pintu tol Gedeg. Serta tujuh pos pelayanan dan pengamanan yang berada di Sekar Putih, utara Jembatan Gajah Mada, Terminal Kertajaya, Stasiun Mojokerto, kelenteng, alun-alun, serta Sunrise Mal.

Deddy menambahkan, selain pengecekan melalui pos penyekatan, antisipasi pemudik juga dilakukan dengan pengetatan jalur-jalur alternatif. Dia mengaku sudah menginventarisir jalan-jalan tikus yang kemungkinan besar dilalui pemudik. Tak hanya menyiagakan petugas, pengawasan juga bakal melibatkan warga setempat. "Nantinya akan ada kerja sama dengan masyarakat setempat ketika ada yang terindikasi tercirikan orang yang melaksanakan mudik mereka akan memberi tahu petugas," terangnya.

Kabag Ops Polres Mojokerto Kota Kompol Suhariyono menambahkan, selain memantau keberadaan pemudik, fungsi pom pengamanan dan pelayanan juga diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas, keamanan lalu lintas, serta pusat-pusat keramaian. Sehingga, penempatannya dikonsentrasikan pada titik-titik kerawanan.

"Pos pam (pengamanan) untuk antisipasi gangguan keamanan dan lalu lintas, kalau pos yan (pelayanan) ini di tempat keramaian untuk mengantisipasi kerumunan termasuk yang berpotensi terjadi pelanggaran prokes," tuturnya. Terkait penjagaan jalur tikus pihaknya mengaku tidak memploting petugas secara pasti. Yang pasti, lanjut dia, pengawasannya bakal dilakukan dengan memaksimalkan peran anggota polsek yang dikerahkan guna menghalau pemudik nakal.

"Untuk penjagaannya dengan memberdayakan anggota polsek. Tapi, tidak ada kuat personel atau jumlah pastinya, karena fokus utamanya tetap di titik-titik penyekatan," tandasnya. (adi)

(mj/ris/ron/JPR)

 TOP
Artikel Lainya