alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Mojokerto
icon featured
Mojokerto

Musim Belanja Jelang Lebaran, Kerumunan di Pertokoan dan Mal Diawasi

04 Mei 2021, 23: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Petugas gabungan melakukan operasi yustisi di mal Kota Mojokerto.

Petugas gabungan melakukan operasi yustisi di mal Kota Mojokerto. (Satpol PP Kota Mojokerto for Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Lebaran kurang delapan hari lagi mendorong aparat penegak hukum getol mengantisipasi tindak kerawanan keamanan di wilayah Kota Mojokerto.

Tidak hanya tindak kejahatan konvensional, kecelakaan dan bencana juga menjadi ancaman serius yang patut diwaspadai selama jelang dan sesudah Lebaran. Termasuk penyebaran virus SARS-CoV-2 yang terus dipantau agar penularannya bisa ditekan sedini mungkin.

Bahkan, Pemkot bersama Polresta Mojokerto dan Kodim 0815 bakal meningkatkan pengawasannya lewat operasi yustisi yang digelar secara acak. Tidak hanya memperketat pemakaian masker, operasi yustisi juga akan menyasar kegiatan yang berpotensi mengundang kerumunan massa.

Baca juga: Harga Daging Ayam Naik, Pasar Tanjung Anyar Masih Lesu

Termasuk perdagangan baik di pasar tradisional maupun modern yang justru dinilai memunculkan tingginya potensi penularan virus Covid-19 di Kota Onde-Onde.

Pembubaran paksa dan pemberian sanksi administratif bakal langsung dijatuhkan APH kepada pelaksana kegiatan jika tidak mengindahkan aturan yang berlaku. ’’Operasi yustisi akan ditingkatkan untuk mengurangi kerumuman jelang hari raya sehingga potensi penularan virus bisa ditekan.

Kalau kemarin hanya pada pemakaian masker, tapi mulai besok, operasi akan menitikberatkan pada tingkat kerumunannya,’’ tegas Kasatpol PP Kota Mojokerto Heryana Dodik Murtono, kemarin.

Namun, Dodik enggan menyebut berapa intensitas operasi yustisi yang akan digelar. Pihaknya hanya menegaskan jika potensi kerumunan, khususnya di kawasan pertokoan yang banyak dijubeli pembeli untuk memenuhi kebutuhan jelang Lebaran patut diwaspadai.

Terlebih, jika kegiatan jual-beli tersebut diiringi dengan event yang justru mengundang massa datang lebih banyak. Pihaknya pun tak segan membubarkan event dan menjatuhkan sanksi sesuai dengan Perwali Nomor 55 Tahun 2020 Perubahan atas Perwali 47 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi.

’’Ya, khususnya di pertokoan. Jika memang ada kerumunan massa yang dikemas dengan kegiatan event, akan langsung kami tindak. Yang pertama jelas dibubarkan, dan pelaksananya juga akan ditindak administratif,’’ tegasnya.

Selain persebaran virus, potensi bencana yang juga turut diwaspadai adalah munculnya kebakaran. Baik yang disebabkan oleh kelalaian manusia, konsleting listrik, hingga situasi alam. Apalagi, cuaca panas yang melanda Kota Mojokerto akhir-akhir ini turut mendukung tersulutnya si jago merah.

Potensi ini yang masuk dalam perkiraan ancaman keamanan yang patut diantisipasi setiap kali Lebaran tiba. ’’Imbauan tentang bahaya bencana terus kami berikan kepada masyarakat secara langsung. UPT PMK juga kami siagakan 24 jam,’’ tandasnya.

Untuk ancaman keamanan lain seperti pencurian, begal, penggelapan juga masuk dalam perkiraan. Namun, penindakan aksi kejahatan jalanan itu lebih didominasi oleh kepolisian sebagai pihak yang berwenang.

’’Untuk potensi kerawanan kriminalitas, koordinasinya lebih banyak ditangani oleh polresta,’’ pungkasnya. (far)

(mj/far/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya