alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Ekonomi
icon featured
Ekonomi

Harga Daging Ayam Naik, Pasar Tanjung Anyar Masih Lesu

04 Mei 2021, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Pegadang di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, melayani pembelinya.

Pegadang di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, melayani pembelinya. (Adi/Radar Mojokerto)

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Memasuki 10 hari terakhir puasa, kondisi pasar masih lesu. Harga sejumlah kebutuhan pokok terpantau cenderung stabil. Namun, permintaan konsumen belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan.

Pantauan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, harga ayam potong terpantau di kisaran Rp 38 ribu per kilogram. Harga tersebut cenderung tekerek naik sejak beberapa hari terakhir.

Sebab, sebelumnya harga ayam potong masih berada di Rp 35 ribu per kilogram. ’’Ini naik terus sejak tiga hari kemarin,’’ ungkap Syaiful Anam, salah satu pedagang.

Baca juga: Parkir Pusat Perbelanjaan Ditertibkan

Disebutkannya, kenaikan harga ini terjadi setiap menjelang Lebaran. Sehingga bukan tidak mungkin tren naik ini bakal terus terjadi hingga Lebaran tiba. 

Bahkan pihaknya memprediksi harga ayam potong bakal melonjak pada puncaknya nanti. ’’Bisa sampai Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu (per kilogram),’’ tambahnya.

Kendati terus merangkak naik, tetapi kondisi itu tak dibarengi jumlah permintaan konsumen yang hingga kini cenderung masih stagnan. Sehari, dia hanya mampu menjual sekitar satu kuintal ayam potong.

Kondisi ini jelas berbeda dengan momen jelang Lebaran tahun-tahun sebelum pandemi. ’’Masih sepi. Kalau dulu bisa sampai 1,5 sampai dua kuintal,’’ terangnya.

Kondisi lesu ini juga dirasakan pedagang daging sapi. Saat ini daging sapi terpantau masih bertahan di harga Rp 120 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang menyebut kondisi ini sudah bertahan lebih dari lima tahun.

’’Tidak pernah naik. Meskipun Lebaran,’’ ungkap Lutfi, salah satu pedagang daging sapi. Pihaknya menyebut, tanda-tanda meningkatnya permintaan konsumen juga belum ada. Padahal, pada momen Lebaran biasanya daging sapi laris.

Bahkan, pihaknya bisa memotong dua hingga tiga ekor sapi per hari. ’’Tapi sekarang stok satu ekor saja kadang tidak habis. Ya sejak ada pandemi ini,’’ katanya.

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Mojokerto Ani Wijaya mengatakan, kondisi sejumlah kebutuhan pokok (bapok) terpantau masih aman.

Hal ini meliputi harga maupun persediaannya di pasar. ’’Terakhir pemantauan harga ke lapangan oleh diskouperindag bersama satgas pangan dari polres hari Kamis (29/4) semua aman terkendali,’’ ungkapnya.

Menurutnya, pemantauan harga bapok dilakukan setiap hari. Kondisi harga beserta fkuktuasinya dilaporkan ke provinsi melalui siskaperbapo.com. Pantuan harga itu berasal dari dua pasar tradisional di Kota Mojokerto.

Pasar Tanjung Anyar dan Pasar Prajurit Kulon. ’’Seluruh bapokting (bahan pokok dan penting) persediaannya aman sampai dengan akhir tahun,’’ katanya. (adi)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya