alexametrics
Rabu, 16 Jun 2021
radarmojokerto
Home > Lifestyle
icon featured
Lifestyle

Es Dawet Kakao, Terinspirasi dari Hasil Perkebunan

03 Mei 2021, 22: 00: 59 WIB | editor : Mochamad Chariris

Tiga varian rasa es dawet buatan Ifa Novika.

Tiga varian rasa es dawet buatan Ifa Novika. (Ricky for Radar Mojokerto)

Berbuka puasa tak bisa lepas dari yang namanya kuliner tradisional. Satu di antaranya adalah kesegaran es dawet. Minuman khas tradisional ini selalu menjadi buruan untuk melepas dahaga selepas azan Magrib. Terlebih, varian rasa manis gula arennya sekarang banyak dipadukan dengan ketela dan kakao.

BERANGKAT dari melihat hasil kebun di sekitar rumahnya, Ifa Novika, berinisiatif untuk memanfaatkan sebagai lahan bisnis kuliner. Warga Jalan Embong Jeruk, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto ini pun berinsiatif sekaligus berinovasi menciptakan dawet tradisional. Namun, dengan rasa dawet yang tidak biasa.

Lebih variatif dan modern. ”Saya ingin minuman tradisional ini memiliki kesan modern,” ujar perempuan yang memulai usahanya sejak tahun 2018 ini.

Baca juga: Dandim 0815 Bersama Forkopimda Sambangi Keluarga ABK KRI Nanggala-402

Dari lahan perkebunan itu, dia melihat terdapat hasil kebun yang dapat dimanfaatkan sebagai varian dawet. Seperti ketela ungu, cokelat kakao, dan ketan hitam. Setelah beberapa kali dilakukan uji coba, Ifa akhirnya menemukan rasa dawet yang berbeda. Sebab, dawet buatan Ifa, bukan saja berbahan dasar tepung beras dan ketan.

Namun, dia sengaja mencampurkan olahan bubuk cokelat kakao, ketela ungu, dan ketan hitam sebagai bahan tambahan. Sehingga, saat disajikan dan dipadukan dengan gula aren, dawet buatan Ifa memunculkan tiga varian rasa yang bikin ketagihan. ”Ada tiga varian rasa. Cokelat (kakao), ketela ungu, atau ketan hitam,” imbuhnya.

Agar penampilan es dawet karyanya tampak sempurna, perempuan 39 tahun ini juga berinovasi dari segi kemasan. Es dawet buatan ibu 5 anak anak dikemas menggunakan gelas cup agar lebih kekinian. ”Saya ingin minuman tradisional ini memiliki kesan modern,” imbuh Ifa.

Tak hanya itu, Ifa menuturkan, karena Mojokerto sebagai pusat kerajaan Majapahit, dia berharap dawet inovasinya dapat mendukung kuliner khas Majapahitan. (hakim)

(mj/ris/ris/JPR)

 TOP
Artikel Lainya